Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Okupansi Hotel di Kota Pasuruan Mulai Menanjak, tapi Tamu yang Datang Cenderung Cepat Pulang

Fahrizal Firmani • Jumat, 3 Juli 2026 | 09:09 WIB
MENGINAP: Deretan kendaraan tamu, yang terparkir di parkiran salah satu hotel yang ada di Kota Pasuruan. Meski tingkat keterhunian cukup tinggi, namun lamanya tamu menginap, relatif rendah. (Dokumen Radar Bromo)
MENGINAP: Deretan kendaraan tamu, yang terparkir di parkiran salah satu hotel yang ada di Kota Pasuruan. Meski tingkat keterhunian cukup tinggi, namun lamanya tamu menginap, relatif rendah. (Dokumen Radar Bromo)

PASURUAN, Radar Bromo - Tingkat keterisian kamar (okupansi) hotel di Kota Pasuruan, menunjukkan tren positif dengan rata-rata berada di atas angka 30 persen. Namun, pertumbuhan ini belum mampu mendongkrak durasi kunjungan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, rata-rata lama menginap (length of stay) wisatawan domestik maupun mancanegara, masih stagnan. Di angka satu hari, sama seperti tahun lalu.

Berdasarkan data BPS Kota Pasuruan, grafik tingkat hunian hotel sepanjang tahun ini, bergerak fluktuatif.

Setelah sempat menyentuh 33,40 persen pada Februari, angka okupansi menurun ke posisi 30,64 persen pada Maret. Geliat perhotelan kembali naik pada April menjadi 33,62 persen, yang berarti ada sekitar 33 hingga 34 kamar yang terisi dari setiap 100 kamar yang tersedia.

Kepala BPS Kota Pasuruan, Noyo Purwoko, menegaskan peningkatan produktivitas perhotelan ini, belum berbanding lurus dengan lamanya tamu menginap.

"Tingkat hunian hotel menunjukkan kenaikan secara berkala, tetapi durasi menginap wisatawan masih sangat stagnan di pola satu hari," jelasnya.

Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan, Ismu Hardiyanto.

Sebelumnya, ia menilai pemerintah daerah perlu mengevaluasi karakteristik kunjungan para tamu, untuk memetakan apakah motivasi utama mereka murni untuk rekreasi atau sekadar perjalanan bisnis singkat.

Politisi PKS ini mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan, segera merumuskan kebijakan taktis.

Tujuannya, untuk memperpanjang durasi kunjungan. Menurutnya, kota tidak bisa hanya mengandalkan sektor wisata religi, yang umumnya membuat peziarah langsung pulang pada hari yang sama, tanpa memilih opsi menginap.

"Pemkot harus mulai menciptakan daya tarik baru, melalui diversifikasi agenda kota. Seperti pameran industri kreatif atau festival kesenian skala besar. Event berkala seperti ini, akan memberi alasan kuat bagi masyarakat luar daerah, untuk tinggal dan membelanjakan uangnya lebih lama di Pasuruan," urai Ismu. (riz/one)

 

Okupansi Hotel Kota Pasuruan

·                    Februari: 33,40 persen

·                    Maret: 30,64 persen (30-31 kamar terisi dari 100)

·                    April: 33,62 persen (33-34 kamar terisi dari 100)

 

Durasi Menginap Wisatawan

·                    Rata-rata: Hanya 1 Hari (Stagnan/Sama dengan tahun lalu)

·                    Karakteristik: Wisatawan religi cenderung langsung pulang tanpa menginap.

Solusi Desakan DPRD

·                    Evaluasi motif kunjungan (Bisnis vs Wisata).

·                    Diversifikasi agenda kota (Pameran industri dan festival seni).

·                    Buat daya tarik baru agar turis betah berlama-lama.

Editor : Jawanto Arifin
#kota pasuruan #wisatawan #okupansi #hotel