Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kasus TBC Kota Pasuruan Terus Bermunculan, Hanya Lima Bulan Sudah Capai Segini

Fahrizal Firmani • Jumat, 3 Juli 2026 | 08:08 WIB
Ilustrasi (magnific.com)
Ilustrasi (magnific.com)

PASURUAN, Radar Bromo - Ancaman penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kota Pasuruan, masih tergolong tinggi.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan mencatat, telah menemukan sebanyak 212 kasus TBC baru.

Temuan itu, hanya dalam kurun waktu lima bulan pertama, terhitung sejak Januari hingga Mei 2026.

Angka ini menunjukkan, lonjakan tajam atau naik dua kali lipat dibandingkan dengan data triwulan pertama yang berada di angka 105 kasus.

Tingginya angka penularan ini, meluruskan catatan kelam pada tahun sebelumnya.

Di mana, sepanjang tahun 2025 lalu, Dinkes berhasil menjaring total 815 kasus baru.

Meskipun grafik temuan penderita baru bergerak sangat agresif di tengah masyarakat, Dinkes memastikan, sejauh ini belum ada laporan kasus yang berujung pada kematian.

Kepala Dinkes Kota Pasuruan, dr. Shierly Marlena, mengungkapkan tingginya angka yang muncul ke permukaan ini, tidak lepas dari masifnya upaya penjaringan aktif di lapangan.

Pihaknya sengaja menggencarkan skrining massal, demi mendeteksi sebanyak mungkin penderita yang belum terdata. Tujuannya, agar penularan tidak semakin meluas secara tersembunyi.

"Faktanya angka temuan kita memang masih tinggi. Dan ini, menjadi alarm bagi kita semua. Target pemerintah adalah eliminasi total pada 2030, artinya harus nol TBC. Caranya tidak ada lain, kecuali membongkar fenomena gunung es ini. Yakni menjaring penderita sebanyak-banyaknya di masyarakat, agar mereka bisa segera diobati," tegas Dokter Shierly-sapaannya.

Guna meredam tingginya potensi penularan yang kian mengkhawatirkan, petugas Dinkes bersama seluruh Puskesmas, kini menerapkan sistem jemput bola melalui investigasi kontak erat.

Setiap kali ada satu pasien yang terkonfirmasi positif, petugas medis akan langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh, terhadap anggota keluarga dalam satu rumah serta warga di lingkungan sekitarnya.

Masyarakat pun diimbau, untuk meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap gejala awal TBC.

Dokter Shierly meminta warga yang mengalami batuk berdahak selama lebih dari tiga minggu, demam lama, nyeri di area dada, penurunan berat badan secara drastis, serta kerap berkeringat pada malam hari tanpa sebab, untuk segera memeriksakan diri ke faskes terdekat.

Dinkes mengingatkan, tingginya kasus ini bisa ditekan, jika ada komitmen kuat dari pasien untuk sembuh.

TBC dipastikan dapat disembuhkan secara total, asalkan penderita disiplin meminum obat selama enam bulan berturut-turut.

Sebaliknya, pengobatan yang terputus di tengah jalan, dipastikan akan membuat bakteri kebal obat (resisten), memperlama proses penyembuhan, dan berujung fatal pada kematian.

"Faktor utama tingginya penyebaran ini, erat kaitannya dengan lingkungan yang kotor dan lembap. Kami meminta masyarakat, untuk memperketat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Serta memastikan sirkulasi udara dan cahaya matahari masuk ke dalam rumah, demi membunuh bakteri ini," paparnya. (riz/one)

 

Pasuruan Siaga TBC

·                    212 Kasus Baru: Total temuan Januari–Mei 2026.

·                    Naik 2 Kali Lipat: Lonjakan kasus dibanding Triwulan I (105 kasus).

·                    815 Kasus: Total temuan sepanjang tahun 2025.

·                    0 Kasus Kematian: Belum ada laporan fatalitas hingga Mei 2026.

·                    Target 2030: Indonesia Bebas dan Nol TBC.

 

Waspada Gejala Awal TBC

·                    Batuk berdahak terus-menerus >3 minggu.

·                    Demam lama/berkepanjangan.

·                    Sering berkeringat di malam hari (tanpa aktivitas).

·                    Nyeri di area dada.

·                    Penurunan berat badan secara drastis.

Editor : Jawanto Arifin
#kota pasuruan #tuberkulosis #tbc #dinkes