Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

BMKG Klaim Gelombang Laut di Pasuruan Landai, Saat Tepat untuk Melaut

Fuad Alyzen • Jumat, 3 Juli 2026 | 06:06 WIB
GELOMBANG: Nelayan di Kota Pasuruan yang sedang bersiap untuk melaut. Saat ini, kondisi gelombang laut, cenderung kondusif. (Dokumen Radar Bromo)
GELOMBANG: Nelayan di Kota Pasuruan yang sedang bersiap untuk melaut. Saat ini, kondisi gelombang laut, cenderung kondusif. (Dokumen Radar Bromo)

PASURUAN, Radar Bromo - Kondisi cuaca di Perairan Pasuruan diklaim mulai bersahabat, beberapa hari terakhir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan, tinggi gelombang di wilayah Kabupaten maupun Kota Pasuruan berada dalam kategori rendah.

Hal ini, menjadikannya momentum ideal bagi para nelayan tradisional, untuk melaut serta bagi kelancaran transportasi laut.

Berdasarkan data terkini dari Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, ketinggian gelombang di Perairan Pasuruan sepanjang periode akhir Juni hingga 3 Juli 2026 ini, sangat stabil. Berada di kisaran 0,50 hingga 0,63 meter.

Setelah sempat berada di angka 0,63 meter pada awal pekan, tinggi gelombang terus melandai ke angka 0,53–0,56 meter.

Kondisi ini diproyeksikan bertahan tenang di kisaran setengah meter (0,50–0,54 meter) hingga akhir pekan.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo, Rendy Irawadi, membenarkan hamparan Laut Jawa di sisi utara Pasuruan saat ini, sangat aman bagi para pelaut.

Kendati kondisi perairan tergolong tenang dan mendukung roda perekonomian pesisir, pihaknya tetap meminta masyarakat untuk tidak abai, terhadap dinamika cuaca lokal.

"Secara umum, kondisi perairan di Pasuruan saat ini, sangat baik dengan tinggi gelombang yang relatif rendah. Hanya berkisar setengah meter. Ini tentu menjadi kabar bagus bagi nelayan,” jelasnya.

Rendy mengingatkan nelayan, untuk tetap mengenali tanda-tanda perubahan alam di lapangan.

Jika di tengah laut mulai tampak awan gelap pekat bergulung, diikuti embusan angin yang mendadak kencang dan penurunan suhu, para nelayan disarankan untuk segera memperlambat laju kapal. Serta mencari wilayah perlindungan terdekat demi keselamatan.

Kondisi tenang di pesisir utara Pasuruan ini, berbanding terbalik dengan situasi ekstrem yang terjadi di perairan selatan Jawa Timur.

BMKG mencatat wilayah laut mulai dari Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, hingga Banyuwangi saat ini, justru sedang dikepung gelombang tinggi, berkisar antara 1,85 hingga 2,78 meter.

Kontrasnya kondisi ini, membuat wilayah utara Pasuruan menjadi salah satu zona tangkap yang paling kondusif saat ini. (zen/one)

Editor : Jawanto Arifin
#bmkg #kota pasuruan #cuaca #nelayan #ombak