Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

206 Siswa Baru Jenjang SD hingga SMA Diterima di Sekolah Rakyat Kota Pasuruan, DInsos Langsung Cek ke Lapangan

Fahrizal Firmani • Kamis, 2 Juli 2026 | 19:17 WIB
HARI KEDUA: Siswa baru Sekolah Rakyat Kota Pasuruan jenjang SMP mengikuti pemeriksaan kesehatan pada hari kedua (2/7), yang berlangsung di Gedung Kesenian kota setempat. (Fahrizal Firmani/ Radar Bromo)
HARI KEDUA: Siswa baru Sekolah Rakyat Kota Pasuruan jenjang SMP mengikuti pemeriksaan kesehatan pada hari kedua (2/7), yang berlangsung di Gedung Kesenian kota setempat. (Fahrizal Firmani/ Radar Bromo)

 

 PASURUAN, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan menetapkan 206 siswa baru Sekolah Rakyat (SR) Kota Pasuruan tahun ajaran 2026-2027.

Seluruh siswa yang akan menempati gedung SR permanen tersebut berasal dari masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah yakni keluarga dalam kategori desil 1 dan desil 2.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pasuruan Yudi Andi Prasetya mengatakan, penetapan siswa baru telah selesai dilakukan.

Total ada 206 anak yang dinyatakan menjadi siswa Sekolah Rakyat Kota Pasuruan tahun ajaran 2026-2027. Mereka terbagi di jenjang SD, SMP, dan SMA.

"Siswa SR baru untuk tahun ajaran 2026-2027 telah ditetapkan. Rinciannya, 29 siswa jenjang SD, 90 siswa jenjang SMP, serta 87 siswa jenjang SMA," katanya.

Selama proses penjaringan siswa, menurutnya, Dinsos tidak hanya mengacu pada data administrasi. Namun juga mengecek langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi ekonomi calon siswa memang benar berasal dari keluarga kurang mampu.

Dalam sejumlah kasus, dikatakan Yudi, ditemukan warga yang sebenarnya berhak menjadi peserta Sekolah Rakyat karena berasal dari keluarga miskin. Namun dalam pendataan, justru tercatat sebagai keluarga cukup mampu.

Baca Juga: Tunggu Hasil Verifikasi Kementerian PU, Pemkab Probolinggo Usulkan Sekolah Rakyat Dekat SMPN 4

Kondisi itu terjadi karena mereka tinggal bersama nenek atau paman. Sehingga data kesejahteraannya tidak menggambarkan kondisi keluarga asal.

"Ini untuk memastikan siswa baru ini memang layak sebagai siswa SR. Siswa SR ini harus berasal dari kalangan kurang mampu," jelas Yudi.

Ratusan siswa yang telah ditetapkan itu direncanakan menempati gedung Sekolah Rakyat permanen yang berada di Kelurahan Wironini, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Jadwal masuk direncanakan berlangsung pada pertengahan Juli sesuai jadwal dari Kementerian Sosial.

Meski demikian, menurut Yudi, pelaksanaan kegiatan belajar di gedung permanen tetap menunggu selesainya pembangunan fisik Sekolah Rakyat tersebut.

"Kalau jadwal dari Kementerian Sosial itu siswa baru menempati gedung permanen pertengahan Juli. Tapi tetap menunggu selesainya fisik SR," jelas Yudi. (riz/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#Sekolah Rakyat #pasuruan #dinsos #keluarga tak mampu