Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Wujudkan Keadilan Kesehatan, Pemkab Pasuruan Realisasikan Kebijakan Puskesmas Buka 24 Jam

Iwan Andrik • Selasa, 30 Juni 2026 | 12:45 WIB
SAPA: Bupati Pasuruan M Rusdi Sutejo saat menyapa pasien dalam sidaknya ke salah satu Puskesmas yang ada di Kabupaten Pasuruan beberapa waktu lalu. (Pemkab Pasuruan for Radar Bromo)
SAPA: Bupati Pasuruan M Rusdi Sutejo saat menyapa pasien dalam sidaknya ke salah satu Puskesmas yang ada di Kabupaten Pasuruan beberapa waktu lalu. (Pemkab Pasuruan for Radar Bromo)

RASA cemas yang selama bertahun-tahun menghantui warga Kabupaten Pasuruan, saat menghadapi situasi darurat medis di malam hari, kini mulai sirna.

Langkah berani Pemerintah Kabupaten Pasuruan, dalam merombak total sistem pelayanan kesehatan dasar, melalui pengoperasian seluruh 33 Puskesmas di 24 kecamatan secara serentak selama 24 jam penuh, terbukti membawa dampak penyelamatan jiwa secara masif.

Kebijakan yang digagas oleh Bupati Pasuruan M Rusdi Sutejo bersama Wakil Bupati HM Shobih Asrori sejak awal tahun 2026 ini, tidak sekadar mengubah jam operasional pada papan nama fasilitas.

Kebijakan ini menempatkan pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) dan ruang persalinan, sebagai garda terdepan penanganan klinis selama 24 jam nonstop, tanpa terkecuali.

LAUNCHING: Bupati Pasuruan M Rusdi Sutejo dan Wakil Bupati Pasuruan HM Shobih Asrori, bersama legislatif, OPD dan jajaran terkait saat meresmikan program UGD Puskesmas Buka 24 Jam. (Pemkab Pasuruan for Radar Bromo)

LAUNCHING: Bupati Pasuruan M Rusdi Sutejo dan Wakil Bupati Pasuruan HM Shobih Asrori, bersama legislatif, OPD dan jajaran terkait saat meresmikan program UGD Puskesmas Buka 24 Jam. (Pemkab Pasuruan for Radar Bromo)

CEK: Bupati Pasuruan M Rusdi Sutejo saat sidak ke salah satu Puskesmas yang ada di Kabupaten Pasuruan. (Pemkab Pasuruan for Radar Bromo)
CEK: Bupati Pasuruan M Rusdi Sutejo saat sidak ke salah satu Puskesmas yang ada di Kabupaten Pasuruan. (Pemkab Pasuruan for Radar Bromo)

Sebelum kebijakan ini diterapkan, warga di wilayah pelosok atau pegunungan, sering kali harus bertaruh nyawa menempuh perjalanan hingga puluhan kilometer, menuju RSUD Bangil atau RSUD Grati, demi mendapatkan pertolongan pertama pada jam-jam rawan malam hari.

Hambatan geografis dan waktu tempuh tersebut, tidak jarang berujung fatal bagi keselamatan pasien kritis.

Dengan hadirnya sistem operasional 24 jam di tingkat kecamatan, manfaat paling signifikan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, adalah terjaganya periode emas penanganan medis (the golden hour).

Pasien serangan jantung, korban kecelakaan lalu lintas, balita dengan gejala kejang demam tinggi, hingga ibu hamil yang hendak melahirkan darurat, kini bisa langsung distabilkan di puskesmas terdekat dari rumah mereka.

Selain memangkas jarak, kebijakan ini secara otomatis, berfungsi sebagai penyaring awal (screening).

Kasus-kasus medis skala ringan hingga sedang, kini sepenuhnya dapat dituntaskan di tingkat puskesmas.

Sehingga mampu mengurangi beban antrean berlebih di rumah sakit umum daerah (RSUD).

Saat ditemui pasca-melakukan inspeksi mendadak (sidak) berkala di sejumlah fasilitas kesehatan, Bupati Pasuruan M Rusdi Sutejo menegaskan, reformasi total sektor kesehatan adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi.

Bagi pria yang akrab disapa Mas Rusdi ini, kesehatan adalah hak dasar paling mutlak, yang wajib dipenuhi oleh negara.

"Penyakit, musibah, dan persalinan itu, tidak pernah memilih waktu. Mereka tidak datang di jam kerja kantoran. Oleh karena itu, sangat tidak adil jika fasilitas kesehatan masyarakat, justru tutup di saat rawan seperti tengah malam," tegas Mas Rusdi dengan nada lugas.

Lebih lanjut, Mas Rusdi menjelaskan bahwa pembenahan ini ditopang oleh perhitungan anggaran yang matang.

Bukan sekadar janji politik di atas kertas. Pemkab Pasuruan telah menambah formasi perawat, bidan siaga, tenaga keamanan, hingga sopir ambulans di setiap puskesmas, guna memastikan keandalan sistem sif petugas di lapangan.

"Penulisan plang Buka 24 Jam di depan puskesmas, harus selaras dengan kesiapsiagaan nakes di dalam gedung. Komitmen kami jelas, tidak boleh ada lagi warga Kabupaten Pasuruan yang ditolak atau tidak tertolong, hanya karena masalah jam operasional atau kendala biaya transportasi," bebernya.

Keberhasilan program Puskesmas 24 jam ini, kian terasa lengkap karena dikoneksikan langsung dengan inovasi jaminan Ambulans Gratis 100 persen di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan.

Melalui integrasi grup koordinasi digital yang menghubungkan jajaran camat, kepala desa, dan pihak puskesmas, warga yang membutuhkan evakuasi medis darurat, kini dapat dilayani secara cepat tanpa dipungut biaya retribusi sepeser pun.

Melalui kombinasi taktis pelayanan medis nonstop dan transportasi darurat gratis ini, Pemkab Pasuruan di bawah kepemimpinan Mas Rusdi dinilai berhasil membangun sebuah ekosistem perlindungan kesehatan masyarakat yang cepat, merata, dan responsif. (one/*)

 

Data dan Angka

·                    Seluruh 33 Puskesmas

·                    Di 24 Kecamatan buka 24 jam

·                    Serentak sejak awal 2026

 

Layanan Utama

·                    UGD dan Ruang Persalinan siaga 24 jam nonstop.

 

Manfaat Nyata

·                    Menjaga the golden hour (periode emas penanganan kritis).

·                    Memangkas jarak warga pelosok ke RSUD Bangil/Grati.

·                    Menangani serangan jantung, kecelakaan, kejang anak, dan melahirkan darurat.

 

Kesiapan SDM

·                    Penambahan formasi perawat, bidan siaga, sekuriti, dan sopir dengan sistem sif ketat.

 

Program Integrasi

·                    Ambulans Gratis 100 persen tanpa biaya retribusi.

·                    Koordinasi digital cepat: Kades Camat Puskesmas.

Editor : Jawanto Arifin
#layanan 24 jam #igd #bupati pasuruan #Mas Rusdi #puskesmas