BADAN Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pasuruan periode 2021–2026 terus menunjukkan komitmen progresif, dalam tata kelola dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
Di bawah kepemimpinan H. Abdullah Nasih Nasor, S.Pd.I, lembaga ini menggeser paradigma penyaluran santunan konsumtif ke arah pembangunan ekosistem pemberdayaan berkelanjutan.
Langkah strategis ini diambil demi mewujudkan visi besar, mentransformasikan masyarakat penerima manfaat (mustahik) menjadi pribadi mandiri yang kelak mampu menjadi pembayar zakat (muzakki).
Selama masa bakti berjalan, berbagai program inovatif lintas sektor telah dihadirkan, mencakup jaminan sosial, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dakwah, ketahanan pangan, hingga hak-hak penyandang disabilitas.


Di sektor ketahanan pangan misalnya. Penguatan di sektor ini, dilakukan lewat dukungan sarana produksi pertanian.
Sebagai wujud kontribusi nyata terhadap agenda prioritas pemerintah di sektor pangan nasional, BAZNAS Kabupaten Pasuruan menginisiasi program penyediaan sarana produksi (saprodi) pertanian.
Program ini menyasar para petani di Desa Patuguran, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.
Langkah ini dirancang sebagai solusi konkret atas hambatan klasik yang sering dihadapi petani lokal, khususnya keterbatasan akses serta kelangkaan pupuk subsidi.
Hambatan logistik semacam itu selama ini kerap memicu penurunan produktivitas lahan dan menggerus pendapatan riil sektor rumah tangga petani.
Pada fase awal peluncurannya, intervensi saprodi berupa penyediaan pupuk berkualitas melibatkan sejumlah kelompok tani dengan total luas cakupan lahan perdana mencapai 44 hektare.
Kehadiran program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat agraris setempat.
Berkat keberhasilan panen dan dampak ekonomi yang langsung terasa, antusiasme para petani terus meningkat dari waktu ke waktu.
Lebih dari sekadar mengejar angka komoditas, program ini menerapkan mekanisme sirkular yang berkelanjutan.
Para petani yang telah sukses meningkatkan hasil panen diwajibkan menunaikan zakat hasil pertanian mereka melalui BAZNAS Kabupaten Pasuruan.
Dana yang dihimpun kemudian dialokasikan kembali untuk mendanai klaster pemberdayaan masyarakat kurang mampu lainnya.
Ketua BAZNAS Kabupaten Pasuruan, H. Abdullah Nasih Nasor, S.Pd.I, menegaskan bahwa instrumen ZIS terbukti efektif menjadi katalisator pengentasan kemiskinan dan penopang ketahanan pangan.
"Kami ingin membuktikan bahwa ZIS tidak hanya menyelesaikan persoalan sosial sesaat, tetapi juga mampu menjadi solusi makro dalam mendukung ketahanan pangan nasional," ujarnya.
Kemudahan akses terhadap kebutuhan pokok pertanian ini berhasil mendongkrak kesejahteraan keluarga petani, sekaligus memicu roda perekonomian daerah bergerak lebih mandiri.
Dorong Kemandirian Umat Melalui Program Terpadu
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pasuruan sukses merealisasikan berbagai program pemberdayaan strategis berbasis dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
Di bawah kepemimpinan H. Abdullah Nasih Nasor, S.Pd.I, bersama jajaran wakil ketua, M. Mundzir dan H.M. Abbas Fatoni, lembaga ini berkomitmen mengentaskan kemiskinan dan memandirikan mustahik melalui jangkauan program multi-sektor yang komprehensif.
Rangkuman Capaian Kinerja Lintas Sektor BAZNAS Pasuruan:
Pilar Sosial dan Kesehatan: Melalui program Pasuruan Peduli, bantuan sosial menjangkau 47.530 jiwa dan 343 lembaga, mencakup bedah rumah, logistik Ramadan, hingga pelunasan utang sekolah asnaf ghorimin.
Sementara di sektor kesehatan, sebanyak 132 warga kurang mampu menerima bantuan biaya medis darurat dan layanan khitanan massal gratis.
Pilar Pendidikan dan Disabilitas: Sebanyak 235 beasiswa disalurkan melalui program Duta BAZNAS dan Pasuruan Cerdas guna memfasilitasi pelajar prasejahtera, santri, serta anak berkebutuhan khusus.
Untuk ruang inklusif disabilitas, BAZNAS mendistribusikan kursi roda, Al-Qur'an Braille, dan alat keagamaan bagi komunitas PERTUNI, HWDI, dan BPOC.
Pilar Ekonomi dan UMKM: Memperkuat kemandirian 73 pelaku UMKM melalui intervensi modal kerja dan alat usaha.
BAZNAS juga meluncurkan program PARIMAS (Penyaluran Dana Bergulir Anti Riba dan Maslahah) bermodel pinjaman kebajikan tanpa bunga (qardhul hasan) untuk membebaskan warga dari jeratan rentenir.
Pilar Dakwah dan Kebencanaan: Mensupport lembaga keagamaan melalui program INSAN BERBAGI (insentif bulanan) dan Pasuruan Bertakwa berupa pengiriman da'i ke pelosok.
Di bidang kedaruratan, tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) aktif menyuplai logistik korban banjir lokal, bencana tanah gerak Purwodadi, erupsi Gunung Semeru, hingga banjir Aceh.
Kampung Binaan dan Tata Kelola: Mengubah salah satu kampung di Kecamatan Tosari, yakni Kampung Sempol yang terletak di kaki Gunung Bromo menjadi Kampung Binaan terpadu dengan memasok mesin genset listrik, modal ternak kambing, dan fasilitas masjid.
Dari sisi internal, BAZNAS rutin menggelar workshop tata kelola dan bimbingan teknis bagi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) demi menjamin pelayanan syariah yang transparan serta akuntabel.
"Tujuan utama kami bukan hanya memberikan bantuan modal atau santunan sesaat, tetapi bagaimana para mustahik dapat berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri dan pada akhirnya bertransformasi menjadi muzakki di masa depan," papar Ketua BAZNAS Kabupaten Pasuruan, H. Abdullah Nasih Nasor, S.Pd.I. (one/*)
Editor : Jawanto Arifin