Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Suci Mardiko, Dari Karyawan Berubah Haluan Menjadi Pebisnis hingga Bantu UMKM

Fahrizal Firmani • Selasa, 30 Juni 2026 | 08:40 WIB
Muhammad Suci Mardiko, ST yang kini menjadi anggota DPRD Kota Pasuruan. (Foto: dok Pribadi)
Muhammad Suci Mardiko, ST yang kini menjadi anggota DPRD Kota Pasuruan. (Foto: dok Pribadi)

 

Sebelum duduk di parlemen DPRD Kota Pasuruan, Suci Mardiko pernah jatuh bangun dalam hidupnya. Dia pernah menjadi karyawan pabrik, menjalankan beragam bisnis, hingga akhirnya memilih jalur politik sebagai perjuangan. Selama menjalankan bisnis, dia banyak menjalin relasi hingga membuka lapangan pekerjaan.

 BUKAN tanpa alasan mengapa dia ingin mengabdi bagi masyarakat dan terjun ke politik. Dia meyakini, dengan menjadi wakil rakyat, maka dia bisa mendorong program pemerintah yang prorakyat dan ikut berperan penting dalam arah pembangunan di Kota Pasuruan.

Koko–sapaan akrab Suci Mardiko–adalah lulusan dari Institut Teknologi 10 Nopember (ITS). Dia sempat bekerja di perusahaan Jepang. Karir profesional ini dijalaninya selama empat tahun mulai 1999 sampai 2003.

SESUAI PASSION: Suci Mardiko memberikan pendampingan bagi pelaku bisnis. (Foto: dok pribadi)
SESUAI PASSION: Suci Mardiko memberikan pendampingan bagi pelaku bisnis. (Foto: dok pribadi)

 

Selepas itu, ia memilih resign dan terjun ke dunia bisnis. Sejumlah bisnis pernah dijalaninya mulai air minum dalam kemasan, pengolahan kain perca, kuliner, hingga pengadaan alat tulis kantor (ATK).

Layaknya pebisnis umumnya, tentu usaha yang dijalaninya pernah naik dan turun. Hingga Koko fokus pada bisnis food and beverage (F&B) sejak 2010.

Sebagai pemilik bisnis, ia berhasil membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Tak kurang ada 40 karyawan yang membantu menjalankan bisnis tersebut. Bisnis miliknya juga melayani katering bagi masyarakat.

"Sebelum terjun menjadi anggota dewan, saya pernah jadi karyawan perusahaan di pabrik PIER. Sekarang juga menjadi business owner," katanya.

Mengenal dunia bisnis tak membuat Koko selalu mencari keuntungan semata. Bahkan, kedekatan Suci Mardiko bagi masyarakat tidak hanya terwujud dalam kesehariannya sebagai anggota dewan. Di luar tugas kedewanan, Koko rutin memberikan pendampingan bagi usaha mikro dan ultra mikro. Mereka diharapkan bisa naik kelas.

JALUR POLITIK: Suci Mardiko memperjuangkan aspirasi. Dia sangat dekat dengan masyarakat.
JALUR POLITIK: Suci Mardiko memperjuangkan aspirasi. Dia sangat dekat dengan masyarakat.

 

Politisi PKS ini menyebut, pendampingan ini rutin dilakukan tiap tahun. Sasarannya UMKM yang memiliki omzet antara 50 ribu sampai 100 ribu per hari. Mereka diberi pendampingan selama 12 kali pertemuan dalam setahun. Tiap tahun ada 50 sampai 100 UMKM yang menjadi sasaran.

"Ini bagian dari bidang pemberdayaan ekonomi kreatif di partai. Untuk membantu UMKM ini bisa naik kelas. Sehingga omzet mereka naik," katanya.

Ia menjelaskan, pendampingan dilakukan menyeluruh. Mereka diajarkan tentang cara menghitung harga pokok penjualan (HPP), cara pemasaran, teknik pengemasan produk, hingga cara mengambil fotografi dari produk tersebut.

Pelaku UMKM juga diajarkan tentang tata cara membagi modal bisnis dan kebutuhan sehari-hari. Sehingga modal bisnis itu tidak sampai terpakai untuk kebutuhan. Dengan begitu, omzet mereka semakin meningkat dan kesejahteraan semakin baik.

Selepas mengikuti pendampingan selama setahun, para pelaku UMKM ini akan diberi rapor kinerja. Sebagai evaluasi terkait bisnisnya selama pendampingan berlangsung, apakah semakin baik atau stagnan. Pendampingan ini juga bertujuan mewujudkan pebisnis yang pantang menyerah.

"Jika dinilai berhasil, mereka akan diajak menjadi mentor. Membagikan kisah sukses mereka pada UMKM lainnya," pungkas Koko.

 

Jadi Wakil Rakyat Termotivasi Bantu Masyarakat

 

WALAU sudah duduk di parlemen, karir cemerlang yang dimiliki Suci Mardiko tidak lantas membuatnya berpuas diri. Ia ingin memberikan lebih pada masyarakat Kota Pasuruan. Panggung politik dipilih sebagai jalan untuk mengabdi. Kebetulan ia punya modal karena lama menjadi aktivis selama menjadi mahasiswa.

TURUN LAPANGAN: Suci Mardiko kerap menemui masyarakat terutama yang membutuhkan. (Foto: dok pribadi)
TURUN LAPANGAN: Suci Mardiko kerap menemui masyarakat terutama yang membutuhkan. (Foto: dok pribadi)

 

Ia pernah menjadi anggota BEM di kampusnya hingga terjun sebagai anggota Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (Kammi). Baik aktivis maupun politisi memiliki peran yang serupa. Sama-sama menjadi motor penggerak perubahan sosial dalam mengawal jalannya demokrasi.

"Saya ditawari mulai 1999 dan 2004. Namun mulai serius terjun di politik pada 2009 dan terpilih sebagai anggota dewan pada 2014," jelas Koko.

Sebagai anggota legislatif,  ia memiliki peran yang krusial dalam kemajuan pembangunan kota. Ada tiga tugas penting yakni pengawasan, penganggaran, dan fungsi legislasi. Sebagai fungsi penganggaran, ia harus memastikan setiap alokasi dana disusun untuk kepentingan masyarakat.

Sementara sebagai pengawasan, ia mengawasi jalannya program yang dijalankan pemerintah tepat sasaran. Sementara fungsi legislasi adalah memiliki kewenangan membahas peraturan daerah yang membawa kemajuan bagi daerah.

Salah satu peran yang dijalankan olehnya adalah memberikan solusi bagi angkutan kota (angkot). Dia mendorong agar angkot bisa menjadi angkutan sekolah dan wisata sebagai solusi agar angkot tetap bisa operasional di tengah masifnya transportasi online. Pihaknya juga kerap mendorong program bedah rumah yang tepat sasaran.

"Tantangannya, banyak masyarakat itu ingin cepat. Padahal sebuah program itu perlu ada perencanaan, survei dulu, baru masuk anggaran," jelas lulusan S-1 Teknik Fisika ini. 

 

Manajeri Tim Sepak Bola Persekap demi Prestasi

 

BUKAN hanya menjalani bisnis. Suci Mardiko juga peduli akan dunia olahraga, khususnya sepak bola di Kota Pasuruan. Dia pernah menjadi manajer Persekap, klub legendaris di Kota Pasuruan. Sedikitnya dua musim Koko mendapat amanah untuk menjadi manajer klub berjuluk Laskar Suropati.

JALANKAN AMANAH: Gaya Suci Mardiko saat mendampingi Persekap bertanding. Selama dua musim dia dipercaya menjadi manajer tim kebanggaan masyarakat Kota Pasuruan ini.
JALANKAN AMANAH: Gaya Suci Mardiko saat mendampingi Persekap bertanding. Selama dua musim dia dipercaya menjadi manajer tim kebanggaan masyarakat Kota Pasuruan ini.

 

Bagi Koko, sepak bola bukan hal baru. Dia pernah menjadi bagian dari tim Persegres. Kiprahnya hanya satu, Koko ingin Persekap bisa berprestasi selama mengarungi kompetisi sepak bola di level regional.

“Sepak bola adalah panggilan jiwa dan Persekap adalah kebanggaan bagi masyarakat di Kota Pasuruan. Inilah yang bisa saya kontribusikan untuk ikut memajukan pesepakbolaan di kota,” beber Koko.

Tak hanya sekada ditunjuk menjadi manajer. Koko tentu juga harus ikut mengatur bagaimana Persekap bisa sukses saat berkompetisi. Tantangannya tentu adalah finansial dan tenaga serta waktu.

“Banyak bibit pemain muda yang berbakat di Kota Pasuruan. Mereka adalah generasi muda yang harus tetap dipupuk dan bisa berprestasi.

 

Tentang Muhammad Suci Mardiko, ST.

Nama Panggilan         : Koko

Tempat, Tgl lahir       : Surabaya, 21 Jun 1975

Pendidikan                 : S1 Teknik Fisika ITS Surabaya

Alamat                        : Jl. Azalea 16-17 Perum Gading Permai Kota Pasuruan

Istri                             : Alis Nurohma, SE.

Anak                           :

1. M. Farras Raihan Al Ayyubi

2. Rais Kaisha Kamil

3. Nayla Hana Zahirah

4. Amiirah Rifdah Shidqiyah

Editor : Fandi Armanto
#Radar Bromo Award 2026 #Suci Mardiko #dprd kota pasuruan #umkm