Perjuangan melawan tuberkulosis (TB) di Kabupaten Pasuruan menemukan formula baru. Melalui inovasi Si Pinter Sakti (Sistem Pelayanan Penyakit TB Terintegrasi), RSUD Grati Pasuruan berhasil memangkas angka pasien mangkir berobat sekaligus meningkatkan tingkat kesembuhan penderita TB secara signifikan.
SEBELUM inovasi ini lahir, kondisi pelayanan TB di RSUD Grati menghadapi tantangan besar. Pada periode 2021 sampai 2022, angka pasien yang putus obat atau loss to follow up mencapai 62 persen. Akibatnya, angka keberhasilan pengobatan hanya berada di level 47 persen, jauh di bawah target nasional sebesar 90 persen.
Direktur RSUD Grati dr Dian Arie Setyawati menjelaskan, tingginya angka pasien mangkir dipicu berbagai faktor. Mulai dari alur pelayanan yang rumit, keterbatasan biaya transportasi, hingga stigma yang masih melekat di masyarakat terhadap penderita TB.
“Karena itu kami tidak ingin hanya menunggu pasien datang ke rumah sakit. Kami membangun konsep Rumah Sakit Tanpa Dinding. Pasien harus kami jemput, dampingi, obati, hingga sembuh tuntas,” ujarnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Si Pinter Sakti yang resmi diluncurkan 6 April 2023. Inovasi ini mengintegrasikan sembilan strategi pelayanan dalam satu sistem terpadu.
Mulai layanan pendaftaran cepat, pelayanan satu pintu, skrining aktif kelompok berisiko tinggi, telekonsultasi dokter spesialis, hingga kunjungan rumah bagi pasien yang tidak mampu datang ke rumah sakit.
RSUD Grati juga menghadirkan Mobil Putar sebagai layanan transportasi gratis bagi pasien prasejahtera. Sementara pasien dengan kondisi gizi kurang mendapatkan dukungan nutrisi berupa susu Proten melalui program Pokja TB.
Cara ini efektif. Angka keberhasilan pengobatan melonjak dari 47 persen menjadi 73 persen pada 2024. Kasus pasien putus obat juga berhasil ditekan hingga 67 persen. Bahkan status gizi pasien meningkat dengan rata-rata kenaikan berat badan mencapai 2,6 kilogram dalam tiga bulan pengobatan.
“Kami ingin memastikan tidak ada pasien yang hilang dari pemantauan. Semua pasien harus tetap terhubung dengan sistem sampai benar-benar sembuh,” tegas dr Dian.
Keberhasilan lainnya tampak dari tingkat kepuasan masyarakat. Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Klinik TB RSUD Grati meningkat tajam dari 72,07 persen menjadi 98,28 persen pada Triwulan I tahun 2026. Selama periode 2023 hingga Mei 2026, program ini juga berhasil menemukan dan menangani 1.114 pasien baru.
Kini inovasi tersebut tidak hanya dirasakan masyarakat Pasuruan. Si Pinter Sakti telah diadopsi sebagai praktik terbaik oleh empat kabupaten lain, yakni Jember, Lumajang, Madiun, dan Magetan.
“Harapan kami, Si Pinter Sakti dapat menjadi model pelayanan TB terintegrasi yang bisa direplikasi lebih luas sehingga turut mendukung target eliminasi TBC tahun 2030,” beber Dian.
Perkuat Jejaring demi Pelayanan Berkualitas
BAGI sebagian penderita tuberkulosis (TB), tantangan terbesar bukan hanya melawan penyakit. Jarak rumah sakit yang jauh, biaya transportasi, hingga kondisi fisik yang lemah sering kali membuat pengobatan terhenti di tengah jalan. Masalah itulah yang coba dijawab RSUD Grati melalui inovasi Si Pinter Sakti.
Direktur RSUD Grati dr Dian Arie Setyawati menyebut Si Pinter Sakti lahir dari keprihatinan tingginya angka pasien TB yang mangkir berobat beberapa tahun lalu.
“Kesembuhan pasien TB bukan sekadar angka statistik. Ini tentang mengembalikan kualitas hidup mereka, menjaga keluarganya tetap sehat, dan memastikan masyarakat tetap produktif,” katanya.
Melalui konsep Rumah Sakit Tanpa Dinding, layanan tidak berhenti di ruang pemeriksaan. Tim multidisiplin aktif melakukan pemantauan pasien melalui kunjungan rumah, telekonsultasi, koordinasi dengan puskesmas, hingga penyediaan transportasi gratis bagi pasien yang mengalami kendala ekonomi.
Pasien juga tidak lagi harus berpindah-pindah layanan. Melalui strategi Peta Satu Pintu, seluruh kebutuhan pasien TB mulai dari konsultasi dokter spesialis, pemeriksaan laboratorium, farmasi, konsultasi gizi hingga edukasi kesehatan lingkungan ditempatkan dalam satu zona pelayanan terpadu.
Bagi pasien dengan kondisi gizi buruk, pengobatan diperkuat melalui intervensi nutrisi berupa susu proten gratis. Langkah ini dinilai penting karena banyak penderita TB mengalami penurunan kondisi fisik akibat malnutrisi.
Keberhasilan Si Pinter Sakti turut memperkuat jejaring pelayanan TB di Kabupaten Pasuruan. Sistem ini terintegrasi dengan 24 puskesmas melalui program Teras Jaringan sehingga pemantauan pasien dapat dilakukan secara real time dan berkelanjutan.
“Harapan kami ke depan bukan hanya meningkatkan angka kesembuhan hingga mencapai target nasional 90 persen, tetapi juga menjadikan RSUD Grati sebagai pusat percontohan pelayanan TB terintegrasi yang dapat ditiru daerah lain,” ujar dr Dian.
Dengan lebih dari 1.114 pasien baru yang berhasil ditemukan dan ditangani sejak 2023 hingga Mei 2026, Si Pinter Sakti menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan yang proaktif mampu menghadirkan perubahan nyata dalam upaya mewujudkan eliminasi TBC tahun 2030. (zen/fun/*)
Editor : Fandi Armanto