Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ita Fidayanti, Sosok Wanita yang Dulunya Karyawati dan Kini Berjuang di Parlemen Kota Pasuruan

Fandi Armanto • Selasa, 30 Juni 2026 | 08:11 WIB
WAKIL RAKYAT: Ita Fidayanti SPd, yang saat ini duduk di Komisi III DPRD Kota Pasuruan. (M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
WAKIL RAKYAT: Ita Fidayanti SPd, yang saat ini duduk di Komisi III DPRD Kota Pasuruan. (M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Dari ketukan langkah di lantai perusahaan, ketelitian di ruang administrasi hingga mengurus yayasan pendidikan, hingga gema pengabdian di ruang parlemen. Kisah Ita Fidayanti, adalah sebuah konsistensi, empati dan perjuangan nyata. Ia melangkah bukan dengan ambisi yang melit langit, tapi dengan kepedulian yang membumi di akar rumput.

 PERJALANAN Ita Fidayanti tidak dirajut secara instan. Garis hidupnya dimulai dari tempat-tempat yang menuntut ketekunan dan interaksi langsung dengan masyarakat.

Sebagai mantan karyawati, Ita pernah merasakan langsung bagaimana dinamika kehidupan kaum pekerja, terutama kaum perempuan yang harus membagi peluh antara tuntutan ekonomi dan tanggung jawab keluarga. Di sinilah sensitivitas sosialnya mulai terasah.

Tiga puluh tahun lebih Ita Fidayanti bekerja di Perusahaan PT. Otsuka Indonesia di Lawang. Dia mengawali karirnya sebagai karyawati di industri farmasi itu setelah lulus SMA di Singosari, meskipun pada akhirnya dia juga melanjutkan kuliah S1 sambil bekerja. Perempuan kelahiran 54 tahun silam ini berharap, dengan bekerja dia bisa berpenghasilan.

DUNIA PENDIDIKAN: Ita Fidayanti bersama jajaran pengurus dan siswa Yayasan Jayanegara di Lawang, Kabupaten Malang dalam sebuah acara pengukuhan. Bersama sang suami, Ita ikut membesarkan yayasan yang mengelola sekolah kejuruan farmasi. (dok Pribadi)
DUNIA PENDIDIKAN: Ita Fidayanti bersama jajaran pengurus dan siswa Yayasan Jayanegara di Lawang, Kabupaten Malang dalam sebuah acara pengukuhan. Bersama sang suami, Ita ikut membesarkan yayasan yang mengelola sekolah kejuruan farmasi. (dok Pribadi)

 Dari bekerja itulah menyadari bahwa pendidikan bagi seseorang terlebih wanita adalah hal yang penting. “Saya kuliah setelah pulang dari kerja. Hingga karir di pekerjaan mulai naik,” beber Ita.

Di tempat kerjanya itupula Ita Fidayanti bertemu sosok Soemardjono yang akhirnya menjadi teman hidupnya hingga saat ini. Bersama Marjono pula Ita sama-sama mengembangkan yayasan pendidikan hingga saat ini.

Selama itulah Ita Fidayanti menjalani hidup dengan membagi waktu. Selain menjadi staff di perusahaan farmasi ternama, Ita Fidayanti juga aktif di berbagai organisasi pemberdayaan wanita.

Sejak itupula Ita harus membagi waktunya. Dari pagi sampai sore dia harus melakoni tugasnya sebagai karyawati dan sepulangnya tetap berperan menjadi seorang ibu rumah tangga pada umumnya.

Ita yang punya basic sarjana pendidikan selalu pandai memanfaatkan waktu untuk memberikan materi diklat dan kursus baik pendidikan formal dan non formal.  Di dunia pendidikan itu ada rasa kenyamanan dan  kebahagiaan tersendiri saat melihat anak-anak lulus dan bisa bekerja hingga mereka mempunyai usaha mandiri,” beber Ita.

 

ANTUSIAS: Ita Fidayanti bersama pelaku UMKM setelah acara pelatihan chef di Mojokerto. Ita meyakini bahwa UMKM dan perempuan bisa menggerakkan ekonomi. (dok Pribadi)
ANTUSIAS: Ita Fidayanti bersama pelaku UMKM setelah acara pelatihan chef di Mojokerto. Ita meyakini bahwa UMKM dan perempuan bisa menggerakkan ekonomi. (dok Pribadi)

 Sang Penggerak Perempuan dan Penopang Ekonomi Rakyat

 AKAR empati yang telah tertanam kuat membuat Ita memilih bergerak lebih luas. Ia memeluk kegelisahan para perempuan di sekitarnya dan menerjemahkannya menjadi aksi nyata.

Baginya, memberdayakan perempuan bukan sekadar slogan, melainkan upaya memerdekakan mereka secara ekonomi dan sosial tanpa melupakan kodratnya.

Ita mendedikasikan waktu dan energinya untuk menyokong sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di sela kesibukannya, ia turun ke masyarakat untuk menjadi mentor, pendamping, dan penyambung lidah bagi para pelaku usaha. Apalagi saat itu Marjono suaminya, menjadi wakil rakyat di DPRD Kota Pasuruan sejak terpilih pada 2014.

Praktis dia harus menemani sang suami tiap kali turun menemui konstituen maupun masyarakat. Ita mengambil peran, dia banyak memberdayakan kaum hawa yang seringkali menyuarakan aspirasi agar mereka tetap berdaya.

Ita meyakini bahwa lini pertahanan ekonomi terkuat sebuah keluarga berada di tangan perempuan. Begitu para pelaku UMKM, terutama yang digerakkan oleh jemari-jemari tangguh kaum perempuan.

Melalui edukasi kesehatan keluarga dan kemandirian finansial, ia perlahan membangun fondasi masyarakat yang lebih sehat dan berdaya.

Beberapa kali pula dia ikut turun menjadi pendamping saat anggota DPR JawaTimur dari Gerindra, partai politik yang menjadi “kendaraan” suaminya. Kegiatan itu tentu berbau dengan dunia pemberdayaan perempuan dan UMKM. Levelnya bukan hanya di Kota Pasuruan. Tapi hingga ke seluruh Jawa Timur.

Seperti yang pernah dilakoninya saat kunjungan pelatihan pembuatan kue di Mojokerto.  Di sini Ita makin yakin bahwa seorang perempuan harus diberdayakan. Karena bisa menopang perekonomian keluarga. Ita juga tak pernah menolak apapun bila berkaitan dengan perempuan, ekonomi dan kesehatan.

 

TUGAS PARLEMEN: Ita Fidayanti bersama sang suami Dr Somardjono MPd saat pelantikan DPRD Kota Pasuruan. Suaminya juga menjadi anggota DPR di Privinsi Jatim. (dok Pribadi)
TUGAS PARLEMEN: Ita Fidayanti bersama sang suami Dr Somardjono MPd saat pelantikan DPRD Kota Pasuruan. Suaminya juga menjadi anggota DPR di Privinsi Jatim. (dok Pribadi)

 Menyuarakan Asa di Parlemen Kota Pasuruan

 KETULUSAN rekam jejak yang diukir Ita di akar rumput akhirnya membukakan jalan pengabdian yang lebih tinggi. Pada Pemilu 2024, masyarakat Dapil 3 (Purworejo) menjatuhkan kepercayaan kepadanya. Melalui Partai Gerindra, Ita Fidayanti, resmi melangkah ke panggung politik formal sebagai Anggota DPRD Periode 2024–2029.

Ita memutuskan untuk bergabung dengan partai politik. Selain karena peran suami yang sudah lebih dahulu, Ita meyakini dia bisa berbuat lebih apabila ikut berpolitik praktis. Hingga Ita akhirnya sepakat untuk maju dan pesta demokrasi.

Transformasi ini tidak mengubah jati dirinya. Baginya, kursi legislatif bukanlah sebuah takhta kemegahan, melainkan sebuah instrumen hukum yang berdaulat untuk memperluas jangkauan kebaikan.

"Dulu, aspirasi itu saya peluk dalam ruang-ruang diskusi terbatas di kegiatan suami ataupun komunitas. Kini, di ruang sidang DPRD Kota Pasuruan, aspirasi itu mewujud menjadi perda dan kebijakan yang nyata bagi kesejahteraan rakyat."

Sebagai wakil rakyat, Ita membawa tiga pilar utama yang telah lama menjadi denyut nadinya: kesehatan masyarakat, pemberdayaan perempuan, dan penguatan UMKM. Di setiap rapat komisi dan perumusan kebijakan, ia konsisten memastikan bahwa anggaran dan program pemerintah daerah berpihak pada peningkatan fasilitas kesehatan, perlindungan hak perempuan, serta stimulus konkret bagi kemajuan UMKM Kota Pasuruan.

Dari partainya, Ita juga mendapat tugas untuk mengawal pemberdayaan perempuan dan kesehatan. Ita bahkan dipercaya ikut mengurus Kesehatan Indonesia Raya (Kesira), gerakan di partainya yang intens di bidang ini.

PENUH KEHANGATAN: Ita Fidayanti bersama keluarga dengan formasi lengkap. (dok Pribadi)
PENUH KEHANGATAN: Ita Fidayanti bersama keluarga dengan formasi lengkap. (dok Pribadi)

 

Di bidang kesehatan, tugasnya tentu lebih menuntutnya karena menjadi persoalan hampir di tiap daerah. Mulai dari pelayanan medis yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat luas, penyediaan fasilitas kesehatan seperti ambulans untuk membantu mobilitas masyarakat. Hingga fasilitas klinik yang bertujuan pengembangan jaringan kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput.

“Aksi sosial dan kemanusiaan di kegiatan sosial kemanusiaan juga menjadi bagiannya. Karena di Indonesia ini permasalahan kesehatan masih harus dikawal demi kemajuan Indonesia Raya,” beber Ita.

Ita Fidayanti adalah potret nyata seorang perempuan tangguh yang berangkat dari kesederhanaan. Dari ruang publik yang senyap hingga gedung parlemen yang terhormat, ia membuktikan bahwa politik di tangannya adalah sebuah jalan seni untuk merawat kemanusiaan dan menyejahterakan sesama.

Tentang Ita Fidayanti, S.Pd

Suami              : Dr. Soemardjono M.Pd

Anak               :

1. Tutur Anjar Jiwandono, S. Farm.

2. Sukma Ayu Putri Titah Dewi, S.Pd

3. Janitra Putra Dewa

 

Pendidikan

          SDN Lawang VI

          SMP PGRI 2 Lawang

          SMA PGRI Singosari

          Universitas Wisnu Wardana Malang

 

Riwayat Pekerjaan dan Organisasi

1.                  PT Otsuka Indonesia 1991-2024

2.                  Pengurus SPSI PT. Otsuka Indonesia bidang Pemberdayaan Perempuan

 

(fun/*)

Editor : Fandi Armanto
#Ita Fidayanti #dprd kota pasuruan #perempuan inspiratif #kesehatan #tokoh inspiratif