Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tiap Hari Sampah Sungai di Kota Pasuruan Capai 4 Kubik, Begini Respons Dinas PUPR

Fahrizal Firmani • Senin, 29 Juni 2026 | 18:27 WIB
DIBERSIHKAN: Salah seorang petugas SDA membersihkan aliran Sungai Gembong dari sampah. (FAHRIZAL FIRMANI/JAWA POS RADAR BROMO)
DIBERSIHKAN: Salah seorang petugas SDA membersihkan aliran Sungai Gembong dari sampah. (FAHRIZAL FIRMANI/JAWA POS RADAR BROMO)

PASURUAN, Radar Bromo- Volume sampah yang masuk ke sejumlah sungai di Kota Pasuruan, saban harinya sangat banyak. Mencapai empat kubik. Jumlah ini bisa naik lipat dua ketika hujan dan terjadi banjir.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan Gustap Purwoko. Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam hidup bersih masih perlu dipupuk. Termasuk dalam membuang sampah. Sejauh ini, sampah masih kerap ditemukan di sungai. Baik di Sungai Welang ataupun Sungai Gembong. Jumlahnya tidak berkurang.

Setiap harinya sampah ini harus diangkut dengan tiga buah pikap. Rata-rata dalam sehari ada empat kubik sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul. Ada sampah rumah tangga hingga kayu.

Kalau dirata-rata bisa sekitar empat kubik yang bisa kami peroleh dari sejumlah sungai di Kota Pasuruan" katanya.

Gustap menyebutkan, jumlah sampah yang diperoleh petugas Sumber Daya Air (SDA) bisa naik lipat dua saat musim hujan. Sering saat hujan sungai meluap dan menyebabkan banjir. Banyak sampah yang ikut terbawa. Mayoritas sampah kayu dan barongan.

Sampah ini yang ditengarai menjadi penyebab sungai meluap, sehingga menyebabkan banjir di sejumlah kelurahan. Setiap banjir, sampah yang diangkut bisa mencapai delapan kubik. Harus diangkut menggunakan delapan pikap ke TPA.  

Setiap hari petugas SDA rutin membersihkan sungai. Mereka terjun mengambil sampah yang terbawa aliran sungai,” ujar Gustap. (riz/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#empat kubik #sungai #banjir #pasuruan #volume sampah