PASURUAN, Radar Bromo- Volume sampah yang masuk ke sejumlah sungai di Kota Pasuruan, saban harinya sangat banyak. Mencapai empat kubik. Jumlah ini bisa naik lipat dua ketika hujan dan terjadi banjir.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan Gustap Purwoko. Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam hidup bersih masih perlu dipupuk. Termasuk dalam membuang sampah. Sejauh ini, sampah masih kerap ditemukan di sungai. Baik di Sungai Welang ataupun Sungai Gembong. Jumlahnya tidak berkurang.
Setiap harinya sampah ini harus diangkut dengan tiga buah pikap. Rata-rata dalam sehari ada empat kubik sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul. Ada sampah rumah tangga hingga kayu.
“Kalau dirata-rata bisa sekitar empat kubik yang bisa kami peroleh dari sejumlah sungai di Kota Pasuruan" katanya.
Gustap menyebutkan, jumlah sampah yang diperoleh petugas Sumber Daya Air (SDA) bisa naik lipat dua saat musim hujan. Sering saat hujan sungai meluap dan menyebabkan banjir. Banyak sampah yang ikut terbawa. Mayoritas sampah kayu dan barongan.
Sampah ini yang ditengarai menjadi penyebab sungai meluap, sehingga menyebabkan banjir di sejumlah kelurahan. Setiap banjir, sampah yang diangkut bisa mencapai delapan kubik. Harus diangkut menggunakan delapan pikap ke TPA.
“Setiap hari petugas SDA rutin membersihkan sungai. Mereka terjun mengambil sampah yang terbawa aliran sungai,” ujar Gustap. (riz/rud)
Editor : Fahreza Nuraga