PASURUAN, Radar Bromo-Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pasuruan dipenuhi antrean panjang, Kamis (25/6) petang.
Antrean panjang itu didominasi kendaraan besar atau jenis truk. Kondisi itu seperti terpantau di SPBU Karangketug, Kota Pasuruan.
Sejumlah truk yang sudah antre sejak pukul 16.00 sore, baru bisa mengisi solar sekitar pukul 19.30. Kondisi itu pun dikeluhkan sejumlah sopir truk yang sudah antre panjang.
Hal itu seprti yang diungkap Yoyok, sopir asal Kediri. Ia muat barang dari Jombang hingga ke Jember.
Stok Solarnya disebut sudah menipis. “Solarnya nipis, mulai dari Mojokerto sampai sini (Pasuruan),” aku Yoyok.
Menurutnya, ia sudah kesulitan mencari solar sejak sampai di Mojokerto. Lantaran itu, saat antre panjang di SPBU Karangketug, ia memilih untuk menunggu.
Bagaimana kalau gak kebagian saat antre? “Kalau gak ada ya nginep disini. Menunggu sampai ada. Soalnya stok solar sudah menipis,” jelasnya.
Sebagai seorang sopir, ia berharap kondisi kelangkaan BBM bisa segera tertangani. “Biar bisa kerja lagi. Ini (kesulitan solar) menghambat, mas,” akunya.
Hal senada diungkap Wawan. Menurutnya, kondisi sejumlah SPBU di sejumlah wilayah sudah langka. Ada yang kosong, ada yang antreannya panjang-panjang.
Wawan pun memilih mengantre di SPBU Karangketug. “Saya mulai Surabaya, pom-pom banyak yang kosong dan antreannya panjang-panjang. Akhirnya, nemu disini,” jelasnya.
Kondisi kelangkaan BBM juga terpantau di SPBU Tambakrejo, Kraton, Kabupaten Pasuruan. Di SPBU Tambakrejo, Kamis malam terpantau solar dan pertalite sudah habis.
Solar sempat datang siang hari, namun langsung habis. Tak sedikit truk pun memilih tetap mengantre, sambil menunggu pasokan solar datang.
Antrean panjang BBM juga terpantau di SPBU pantura, Desa Raci, Kecamatan Bangil. Juga di SPBU selatan simpang empat Warungdowo beberapa hari terakhir. Namun, kondisi paling panjang antreannya, pada Kamis ini (25/6). (ube/mie)
Editor : Muhammad Fahmi