Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat hingga Angin Kencang Masih Bisa Melanda

Fuad Alyzen • Rabu, 24 Juni 2026 | 12:42 WIB
TAK MENENTU: Seorang nelayan yang duduk di bebatuan tepi laut Lekok. BMKG mengingatkan, untuk tetap mewaspadai risiko bencana imbas cuaca yang berubah-ubah. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)
TAK MENENTU: Seorang nelayan yang duduk di bebatuan tepi laut Lekok. BMKG mengingatkan, untuk tetap mewaspadai risiko bencana imbas cuaca yang berubah-ubah. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

PASURUAN, Radar Bromo - Warga Kabupaten dan Kota Pasuruan diminta meningkatkan kewaspadaan, terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi hingga Rabu (24/6).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memasukkan Pasuruan dalam daftar wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang.

Peringatan tersebut tertuang dalam press release kewaspadaan cuaca ekstrem, yang dikeluarkan BMKG Juanda untuk periode 22–24 Juni 2026.

Selain Pasuruan, sejumlah daerah lain di Jawa Timur juga berpotensi terdampak kondisi serupa.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo, Rendy Irawadi, menjelaskan meski sebagian besar wilayah Jawa Timur telah memasuki musim kemarau, kondisi atmosfer saat ini, masih mendukung terbentuknya awan hujan yang signifikan.

“Masih terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini dipicu adanya gangguan konvergensi lokal di Jawa Timur, suhu muka laut yang cukup hangat. Sehingga meningkatkan penguapan, serta atmosfer yang labil dan lembap pada lapisan bawah hingga menengah,” ujarnya.

Menurut dia, kombinasi faktor tersebut mampu memicu pertumbuhan awan konvektif, yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem dalam durasi singkat.

Meski demikian, BMKG memperkirakan intensitas gangguan cuaca akan mulai melemah, setelah tiga hari ke depan.

Rendy mengimbau masyarakat Pasuruan, agar tidak lengah hanya karena saat ini telah memasuki musim kemarau. Sebab, perubahan cuaca masih dapat terjadi secara mendadak.

“Masyarakat perlu mewaspadai dampak yang dapat ditimbulkan, seperti genangan air, banjir lokal, jalan licin, pohon tumbang akibat angin kencang, hingga berkurangnya jarak pandang saat hujan lebat,” katanya.

Selain masyarakat umum, BMKG juga meminta instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan, menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Terutama di wilayah yang memiliki kerentanan terhadap banjir, genangan, maupun gangguan aktivitas transportasi. (zen/one)

Editor : Jawanto Arifin
#bmkg #cuaca #bencana #angin kencang #hujan