PASURUAN, Radar Bromo-Pembangunan proyek multiyears kawasan Makkah di Krampyangan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, akhirnya dilanjutkan tahun ini.
Menyusul persetujuan Pemprov Jatim atas usulan pembangunan lanjutan kawasan itu.
Namun Pemprov Jatim hanya menyetujui pendanaan sebesar Rp 10 miliar. Sementara Pemkot Pasuruan mengusulkan Rp 15 miliar pada akhir tahun lalu.
Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Pasuruan Dyah Ermitasari membenarkan hal itu. Karenanya, pembangunan kawasan Krampayangan akan dilanjutkan tahun ini.
"Saat ini masih dalam proses melengkapi administrasi. Nanti Pemprov Jatim akan membuat SK Gubernur tentang pedoman hibah atau bantuan keuangan. Baru kemudian anggaran itu akan ditransfer ke daerah," terang Dyah mewakil Kepala Disparpora Budi Santoso.
Dyah menjelaskan, anggaran Rp 10 miliar itu akan digunakan untuk menggarap segmen 2 dan 3. Yakni, membangun 24 kios food court, taman Makkah, dan lempar jumroh di segmen 2.
Sementara di segmen 3, akan dibangun taman bermain, tempat cenderemata, dan kantor operasional. Sebagian bangunan lainnya sudah tergarap. Ada masjid khas dan areal parkir.
Meski begitu, segmen 2 dan 3 dipastikan tidak akan tergarap 100 persen. Sebab, kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan dua segmen ini mencapai Rp 17 miliar. Penyelesaiannya akan dilakukan bertahap sesuai anggaran yang tersedia.
"Kalau menggunakan APBD pemkot, tidak mungkin karena anggaran kami terbatas. Jadi nanti kami mengusulkan lagi ke Pemprov Jatim. Penyelesaiannya tergantung usulan yang diterima," jelas Budi.
Ia menjelaskan, kawasan Makkah ini adalah proyek multiyears. Terdiri atas empat segmen. Segmen 3 sudah tergarap sebagian. Segmen 1, 2, dan 4, belum tergarap sama sekali.
Segmen 1 berupa taman olahraga hobi, seperti jogging track dan race BMX. Sedangkan segmen 2 berupa taman bermain anak dan segmen 4 yaitu agro wisata.
Meski belum rampung, wisata tematik Krampyangan sudah bisa difungsikan. Saat ini, wisata tersebut dijadikan sebagai wisata edukasi dengan menggandeng sekolah di Kota Pasuruan.
Para pelajar itu diperkenalkan manasik haji sejak dini. Selain itu, manasik haji bagi calon jemaah haji sejak tahun lalu dilaksanakan di lokasi ini.
"Yang baru tergarap itu segmen 3, itu juga belum sempurna. Sementara tiga segmen lainnya belum tergarap," tutur Dyah. (riz/hn)
Editor : Muhammad Fahmi