GRATI, Radar Bromo– Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Stasiun Grati, tepatnya di kawasan terowongan bawah Jalan Tol Grati, Senin (22/6) pagi. Dua sepeda motor terlibat kecelakaan dan sebuah truk bermuatan tebu.
Akibat kecelakaan tersebut, seorang remaja putri meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terlindas roda belakang truk.
Korban meninggal diketahui bernama Evriza Aurel S, warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling. Saat kejadian, korban dibonceng sepeda motor Yamaha Aerox bersama dua orang lainnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.35. Bermula ketika sepeda motor Yamaha Aerox melaju dari arah selatan menuju utara.
Di lokasi kejadian, pengendara Aerox diduga berusaha mendahului truk bermuatan tebu dari sisi kanan.
Namun pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda Astrea yang dikendarai Taufik, warga Desa Sumurwaru, Kecamatan Nguling.
Karena ruang jalan di dalam terowongan cukup sempit, kedua kendaraan akhirnya bertabrakan.
"Motor Aerox itu dari selatan ke utara. Sampai di bawah jembatan tol, dia nyalip truk tebu dari kanan. Dari arah utara ada motor lain. Pas di lokasi itu seperti ngepres, lalu motornya menempel ke badan truk," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Akibat benturan keras tersebut, para pengendara dan penumpang terlempar. Salah satu penumpang Aerox, yakni Evriza, terpental ke arah truk dan terlindas roda belakang sebelah kanan kendaraan besar tersebut.
"Korban yang perempuan itu terpental lalu masuk ke bawah truk. Kondisinya langsung meninggal dunia di tempat," tambah warga tersebut.
Sementara itu, dua korban lainnya dari sepeda motor Aerox, yakni Riska, warga Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati, dan Reva Aulia P, warga desa yang sama, mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke RSUD Grati.
Pengendara Honda Astrea, Taufik, serta pemboncengnya M. Arifin, warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, juga mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan medis di IGD RSUD Grati.
Warga sekitar lokasi, Irvan Dwi, 48, mengaku sempat mendengar suara benturan keras dari dalam terowongan. Saat didatangi, sejumlah korban sudah tergeletak di badan jalan.
"Suaranya keras sekali. Warga langsung berdatangan. Ada beberapa korban yang luka-luka dan satu korban sudah tidak bergerak. Tidak lama kemudian petugas datang untuk melakukan evakuasi," ungkapnya.
Petugas dari Pos Ngopak, Polsek Grati, dan Unit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Kota segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan olah tempat kejadian perkara.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan Unit Laka Satlantas Polres Pasuruan Kota. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan pendalaman terkait kronologi insiden tersebut. (zen/fun)
Editor : Fandi Armanto