Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tempat Relokasi Sudah Rampung, Puluhan PKL Liar di Kota Pasuruan Segera Dipindahkan

Fahrizal Firmani • Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:11 WIB
BERDERET: Deretan PKL di sisi barat Pasar Besar Kota Pasuruan yang akan direlokasi. (Fahrizal Firmani/Radar Bromo)
BERDERET: Deretan PKL di sisi barat Pasar Besar Kota Pasuruan yang akan direlokasi. (Fahrizal Firmani/Radar Bromo)

PASURUAN, Radar Bromo - Pemerintah Kota Pasuruan terus mematangkan rencana penataan kawasan Pasar Besar, dengan merampungkan pembangunan tempat relokasi baru bagi pedagang kaki lima (PKL) liar.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan menargetkan, pemindahan para pedagang ke lokasi yang lebih representatif tersebut, dapat terlaksana dalam waktu dekat.

Penataan kali ini difokuskan pada 25 PKL liar, yang selama ini menggelar lapak dagangannya di sepanjang sisi barat Pasar Besar.

Pemerintah daerah telah menyiapkan kios porselen khusus, yang pembangunannya telah dinyatakan rampung sejak awal bulan ini.

Kepala UPT Pasar Disperindag Kota Pasuruan, Agus Setyono, menjelaskan meskipun fasilitas berjualan sudah siap 100 persen, puluhan PKL tersebut saat ini, masih menempati lokasi lama.

Pihaknya kini tengah bersiap melakukan tahapan krusial, sebelum proses pemindahan fisik dilakukan.

"Tempat berjualan yang baru, sudah siap digunakan. Dalam waktu dekat, kami akan menggelar sosialisasi terlebih dahulu kepada para pedagang, sebelum resmi memindahkan mereka ke tempat baru," ujarnya.

Terkait biaya operasional, Agus menambahkan, pemerintah daerah saat ini masih menggodok skema tarif retribusi, yang akan dibebankan kepada para pedagang di kios porselen tersebut.

Kendati regulasi tarif masih berproses, ia optimistis seluruh PKL akan menerima dan mendukung penuh rencana penataan ini.

Langkah sterilisasi dan estetika ini, dinilai sangat mendesak. Karena Pasar Besar, merupakan ikon perekonomian utama Kota Pasuruan, yang wilayahnya terintegrasi langsung dengan stasiun kereta api.

Dengan wajah pasar tradisional yang lebih rapi, bersih, dan indah, Pemkot Pasuruan yakin, iklim transaksi jual beli akan semakin tumbuh positif.

Rencana penataan ini pun, mendapatkan respons hijau dari internal pedagang sendiri.

Wakil Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Besar, Marzuki, menyatakan dukungannya terhadap program kerja pemerintah daerah tersebut.

"Kami tentu setuju dengan langkah Pemerintah Kota Pasuruan. Bagaimanapun, tujuan penataan ini sangat baik. Karena bisa membuat pasar menjadi jauh lebih rapi, bersih, dan tertata secara modern," beber Marzuki. (riz/one)

Editor : Jawanto Arifin
#kota pasuruan #pkl #relokasi #pedagang #pasar besar