BANGIL, Radar Bromo — Hampir dua ribu anak di Purwodadi tengah mengenyam pendidikan SMP.
Tapi, tidak ada satu pun SMA atau SMK negeri di kecamatan itu, yang bisa menampung mereka.
Data Purwodadi Dalam Angka dari BPS setempat mencatat, hanya ada enam lembaga pendidikan menengah atas di sana. Dua SMA, tiga SMK, satu madrasah aliyah. Semuanya swasta.
Padahal jumlah siswa SMP di Purwodadi, tergolong besar. Siswa SMP negeri mencapai 1.586 orang, ditambah 360 siswa SMP swasta.
Artinya, sebagian dari mereka yang lulus setiap tahun, harus mencari sekolah lanjutan. Sebagian besar ke luar kecamatan.
Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Sugiarto mendorong agar pembangunan SMA atau SMK negeri di Purwodadi, masuk usulan Pemkab Pasuruan kepada Pemprov Jawa Timur.
“Purwodadi sampai sekarang, belum memiliki SMA maupun SMK negeri. Akibatnya, banyak anak-anak harus menempuh jarak yang lebih jauh, untuk melanjutkan pendidikan,” ujarnya.
Baca Juga: DLH Kabupaten Pasuruan Siapkan Rp 2,9 Miliar untuk Jinakkan Lindi di TPA Wonokerto
Sebagian lulusan SMP Purwodadi, harus bersekolah hingga ke Tutur, Purwosari, bahkan Lawang di Kabupaten Malang.
Bandingkan dengan kecamatan tetangga. Tutur sudah punya SMK Negeri. Purwosari punya SMA dan SMK Negeri. Tosari punya SMA Negeri. Sukorejo bahkan punya dua SMK Negeri.
“Pemerataan layanan pendidikan perlu menjadi perhatian pemerintah,” kata politisi Golkar itu.
Ia berharap, Pemkab Pasuruan memperjuangkan usulan ini ke Pemprov Jawa Timur, yang memegang kewenangan pengelolaan SMA dan SMK.
“Kehadiran sekolah negeri di Purwodadi akan sangat membantu masyarakat dan membuka akses pendidikan yang lebih merata,” tegasnya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Pasuruan, Erwan Tjahjono menjelaskan, sistem zonasi di Kabupaten Pasuruan terbagi dalam tiga zona.
Selama ini, anak-anak Purwodadi terakomodir lewat zona Purwosari, yang memiliki SMA Negeri dan SMK Negeri Purwosari.
“Memang ada wilayah pelosok yang sudah punya sekolah negeri, seperti Lumbang dan Tosari yang punya SMA Negeri. SMK Negeri juga ada di Tutur, Beji, Puspo, dan Purwosari,” ujarnya.
Erwan mengakui kebutuhan sekolah negeri baru di Purwodadi, memang perlu dikaji lebih lanjut.
Tapi ia menegaskan, usulan itu juga mesti didukung pemerintah daerah. Sehingga gambaran kebutuhannya memang sesuai dengan realitas di lapangan.
“Kalau pemerintah daerah memang serius, bisa diusulkan ke Pemprov. Seperti di Kota Pasuruan yang mengusulkan SMA Negeri baru di wilayah Bugul, untuk mencakup anak-anak di wilayah timur kota,” katanya. (tom/one)
Editor : Moch Vikry Romadhoni