PASURUAN, Radar Bromo - Teka-teki aksi pembegalan di desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan yang terjadi April lalu, masih belum terjawab.
Penyidik kepolisian masih kesulitan mengungkap kasus ini, karena korban tidak mengingat wajah pelaku yang menodong senjata api (senpi) jenis softgun.
Informasi pelaku dengan modus serupa di Porong, Sidoarjo, tidak membuahkan hasil.
Kapolsek Wonorejo AKP Sugiyanto menuturkan pihaknya sudah meminta keterangan dari korban, KTA, warga Desa Pakijangan, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.
Namun yang bersangkutan mengaku kurang jelas, melihat wajah terduga pelaku.
Pihaknya sempat mendapatkan informasi penangkapan terduga pelaku begal, dengan modus serupa di Porong, Kabupaten Sidoarjo.
Penyidik sempat berkoordinasi dengan pihak Polresta Sidoarjo. Ternyata dari hasil identifikasi, terduga pelaku itu tidak memiliki hubungan dengan aksi begal di Pakijangan. Meski memiliki modus serupa membawa senjata api (senpi).
"Kami sudah koordinasi dengan penyidik Polresta Sidoarjo, ternyata berbeda. Sehingga, kami masih dalami lagi. Kami masih berupaya mengidentifikasi terduga pelaku," jelas Kapolsek.
Diketahui, Aksi kejahatan jalanan semakin meresahkan. KTA, 17, warga Desa Pakijangan, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, dibegal di jalan raya Sambisirah, Wonorejo, Senin (13/4) malam.
Salah satu pelaku bahkan sempat menodongkan senjata api (senpi) pada korban.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 21.00. Saat kejadian, jalan raya provinsi itu, dalam kondisi sepi. Syukur, korban selamat tanpa mengalami luka apapun.
Namun, motor Honda Scoopy milik korban, dibawa lari terduga pelaku. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin