PURWOREJO, Radar Bromo – Video keributan di kawasan Kelurahan Tembokrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, viral di media sosial. Tampak sejumlah warga cekcok hingga memicu kegaduhan di tengah keramaian.
Setelah video ramai diperbincangkan warganet, Polres Pasuruan Kota langsung melakukan penelusuran. Hasilnya, keributan diduga terjadi saat berlangsung kegiatan hiburan rakyat berupa pertunjukan bantengan di Jalan Trunojoyo, Minggu (15/6), sekitar pukul 00.00.
Meski demikian, polisi masih mendalami penyebab pastinya. Sebab, tidak ada laporan resmi, baik kepada kepolisian maupun aparat lingkungan setempat.
“Dari informasi yang kami terima, memang ada kegiatan semacam bantengan di Jalan Trunojoyo. Diduga terjadi perselisihan antarwarga. Sampai sekarang penyebab pastinya masih belum bisa dipastikan karena tidak ada laporan resmi yang masuk,” ujar Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi.
Berdasarkan keterangan sejumlah pihak di lapangan, kata Junaidi, keributan diduga dipicu oleh sekelompok orang di lokasi yang dalam kondisi terpengaruh minuman keras. Saat ditegur, mereka diduga tidak terima hingga akhirnya terjadi cekcok.
“Informasi sementara yang kami dapatkan, diduga ada yang mabuk lalu berjoget-joget. Ketika ditegur, yang bersangkutan tidak terima sehingga memicu keributan. Tapi ini masih sebatas informasi awal dan tetap kami dalami," terangnya.
Beruntung, insiden tersebut tidak sampai menimbulkan korban luka. Situasi disebut kembali kondusif setelah keributan mereda dan warga membubarkan diri.
“Kami sebenarnya cukup menyayangkan karena tidak ada laporan dari RT maupun RW saat kejadian berlangsung. Kalau sejak awal ada informasi yang masuk, anggota bisa langsung datang ke lokasi sehingga persoalan kemungkinan dapat diselesaikan saat itu juga," katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Polres Pasuruan Kota berencana meningkatkan intensitas patroli. Khususnya pada malam hingga dini hari di sejumlah titik yang kerap menjadi lokasi keramaian masyarakat. “Harapannya, situasi tetap aman dan kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya. (zen/rud)
Editor : Fahreza Nuraga