BUNGKOH Batik Baroyus merupakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) rintisan produksi batik yang bediri sejak tahun 2019. UMKM yang mempunyai home base berlokasi di Desa Pasinan, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan ini sudah memasarkan produknya baik pasar nasional maupun internasional.
Adalah Ni’Matul Jannah, sosok perempuan yang tercatat sebagai pelopor dari Bungkok Batik Baroyus. Perjalanan usaha ini bermula saat Ni’matul mengikuti pelatihan membatik yang diselenggarakan pemerintah daerah.
Dari pelatihan tersebut, lahirlah tekad untuk mengembangkan usaha batik dengan ciri khas lokal yang memiliki nilai tambah.
Berawal dari semangat belajar membatik sejak tahun 2019, kini showroom-nya mampu memproduksi batik berkualitas. Di samping itu juga mampu membuka lapangan pekerjaan bagi kaum hawa di desanya.
“Hingga kini ada 5 karyawan yang terlibat dalam produksi batik kami. Rata-rata ibu rumah tangga yang ada di sekitar lokasi showroom,” kata Ni’matul.
Ni’matul menambahkan, sesuai dengan namanya, Bungkoh Baroyus bukan hanya rintisan bisnis. Namun juga pusat pemberdayaan perempuan mandiri dan bisa menambah pendapatan bagi kaum ibu di desanya. Ibu-ibu bisa berkarya dan menambah pendapatan di tengah tanggung jawab mengurus anak dan keluarga.
“Bungkoh berarti rumah, sedangkan Baroyus merupakan akronim dari barokah, rohmat dan yusro. Jadi rumah atau showroom ini bisa memberikan keberkahan bagi warga di desa kami,’’ jelasnya.
Produk batik dari Bungkoh Baroyus terbilang unik. Motif unggulannya mengangkat kearifan lokal di desa setempat yang mempunyai karakter pesisir.
Diantaranya motif ikan, daun kelor dan mangrove. Desainya dipadukan dengan gaya modern yang tetap mengikuti perkembangan trend mode masa kini.
Sementara untuk pewarnanya, menggunakan metode batik tulis menggunakan pewarna alami yang ramah lingkungan. Bahan pewarnanya terdiri dari jalawe, tinggi, secang dan jambal.
Penggunaan pewarna alami ini tidak hanya memperkuat karakter batik natura;, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan. Produk yang dihasilkan juga bertambah nilainya.
“Motif batik yang mengangkat kekayaan alam lokal bukan hanya di tampilan, namun setiap motif juga mempunyai cerita tersendiri,” tambah Ni’matul.
Bagi dirinya, batik bukan sekadar kain, melainkan identitas daerah yang patut dilestarikan. Sejak awal, dirinya ingin menjual produk yang dapat membawa cerita dan makna di setiap motifnya.
Berkat keuletannya, hingga kini pasar penjualan Batik Bungkoh Baroyus bukan hanya di dalam negeri. Namun juga memenuhi permintaan pasar mancanegara.
Penjualannya tercatat hingga negara Arab Saudi. Sedangkan pasar lokal mencakup Papua hingga Pulau Kalimantan di samping yang paling banyak permintaan dari pasar Jawa Timur sendiri.
Dukungan Penuh dari PT PLN Indonesia Power UBP Grati
Perjalanan usaha UKM dari Batik Bungkoh Baroyus tidak bisa dilepaskan dari dukungan PT PLN Indonesia Power UBP Grati. Melalui program Coorporate Social Responbility (CSR) perusahaan pembangkit listrik ini mendukung penuh keberadaan Batik Baroyus.
“Kami sangat terbantu dukungan dari PLN IP UBP Grati. Dukungan sangat kompleks. Mulai dari pembangunan rumah produksi, pemasaran, pembinaan hingga permodalan,” jelas Ni’matul Jannah.
Bukan hanya itu, produk dari Bungkoh Baroyus sering diikutkan di ajang pameran busana batik di berbagai daerah. Kemudian produknya juga sering dijadikan suvenir bagi tamu yang berkunjung ke lokasi perusahaan.
Sebagai UMKM yang menjadi binaan PLN IP UBP Grati, Ni’Matul mengaku memperoleh banyak keuntungan. “Produk kami bisa dikenal lebih luas setelah mengikuti program perusahan melalui pameran dan pemasaran digital,” tambah Ni’mah. (unt/fun/*)
Tentang UMKM Bungkoh Batik Baroyus
Tahun Berdiri: 2019
Pemilik: Ni’matul Jannah
Jenis Usaha: Batik tulis tradisional
Alamat: Dsn watu salang RT 01 RW 03 Desa Pasinan Kecamatan Lekok kabupaten Pasuruan provinsi Jawa Timur
No. Telepon: 62 858-9558-8337