BANGIL, Radar Bromo– Sebanyak 26 lokasi Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Pasuruan belum juga beres. Saat ini masih dalam proses pengajuan pada berbagai intansi.
Rinciannya, 16 lokasi memanfaatkan lahan Perhutani yang tersebar di enam kecamatan.
Tiga lokasi berada di kawasan TNI AL di Kecamatan Lekok, dua lokasi memanfaatkan aset Pemkab Pasuruan, dan lima lokasi berada di lahan milik Pemprov Jawa Timur.
“Lahan untuk KDMP yang masih berproses tersebar di beberapa instansi. Karena itu diperlukan koordinasi dan percepatan agar seluruh kebutuhan lahan untuk KDMP dapat segera terpenuhi,” terang Kepala Diskoperindag Kabupaten Pasuruan Taufikhul Ghony.
Ia menjelaskan, lokasi yang masih berproses melalui Perhutani tersebar di Kecamatan Puspo, Lumbang, Nguling, Purwosari, Tutur, dan Tosari.
Sedangkan lahan yang berada di kawasan TNI AL terdapat di Desa Alastlogo, Wates, dan Semedusari, Kecamatan Lekok.
Menurut Ghony, ketersediaan lahan menjadi salah satu faktor penting dalam percepatan pembentukan KDMP.
Sebab, koperasi tersebut dirancang tidak hanya sebagai pusat pelayanan ekonomi desa. Namun juga akan dilengkapi gerai usaha dan fasilitas pendukung lainnya.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses penyediaan lahan berjalan lebih cepat. Harapannya, seluruh target pembentukan KDMP di Kabupaten Pasuruan bisa terealisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah pusat,” tandasnya. (tom/hn)
Editor : Muhammad Fahmi