PASURUAN, Radar Bromo–Kondisi jalan berlubang di Pasuruan kembali memakan korban. Jalan tak rata itu kembali jadi pemicu kecelakaan di ruas jalan raya Gadingrejo, Kota Pasuruan.
Nasib tragis menimpa dua wanita asal Pasuruan, Kamis (11/6) pagi. Saat dalam perjalanan mengambil kue pesanan untuk tahlilan, keduanya justru meregang nyawa usai terlindas sebuah truk wing box.
Dua korban tewas yaitu Ari Wijayanti, 44, warga Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.
Sementara yang dibonceng adalah Iswati, 48, warga Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan. Keduanya merupakan kerabat dekat, kakak dan adik ipar.
Insiden memilukan itu terjadi sekitar pukul 09.30 di Jl. A Yani, Kelurahan/ Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Tepat di depan pabrik kulit.
Informasi di lapangan menyebutkan, pagi itu keduanya berboncengan mengendarai motor Honda Beat warna merah putih bernopol N 2722 TAG.
Mereka melaju dari timur ke barat untuk mengambil kue pesanan acara tahlilan meninggalnya ayah dari Ari Wijayanti. Yanti–panggilan Ari Wijayanti—menyetir dan Iswati di belakang.
Sesampainya di lokasi kejadian, Yanti berusaha menyalip kendaraan di depannya. Sebuah truk wing box nopol B 9185 PEW.
Truk bongsor itu disopiri Nur Rahmad, 50, warga Buduran, Kabupaten Sidoarjo, dengan ditemani istrinya.
Yanti pun pindah haluan dan mendahului truk dari sisi kiri. Nahas, kondisi jalan di lajur kiri tersebut bergelombang alias geronjal. Diduga kaget dengan kondisi jalan geronjal, Yanti mengerem motornya secara mendadak. Motor pun langsung oleng tak terkendali.
Benturan keras membuat kedua korban jatuh tepat di bawah kolong truk. Lalu terlindas roda belakang truk. Keduanya meninggal dunia seketika di lokasi kejadian dengan kondisi luka parah di bagian kepala.
"Keduanya lalu terjatuh usai ngerem saat ada jalan geronjal. Mereka jatuh ke kanan dan langsung terlindas truk," kata Imam, salah seorang pengendara motor yang berada di lokasi kejadian.
Tak lama berselang, petugas Unit Laka Satlantas Polres Pasuruan Kota tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP. Jasad kedua korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD dr. R. Soedarsono (Purut) Kota Pasuruan.
Kanit Laka Satlantas Polres Pasuruan Kota Iptu Izzulkarnain membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa kasus kecelakaan maut ini sudah dalam penanganan intensif.
"Kasus laka ini masih kami tangani. Kami juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memintai keterangan sejumlah saksi di lokasi, termasuk mengamankan sopir truk untuk diperiksa," tegas Izzulkarnain.
Sementara itu, sopir truk wing box, Rahmad mengaku, saat itu sebenarnya truk melaju dengan kecepatan sedang. Dia tidak menyadari motor korban berusaha menyalip dari sisi kiri.
Dia baru sadar saat motor sudah separo jalan. Dari spion, Rahmad melihat tiba-tiba motor korban oleng dan menyenggol bodi truk.
"Saya tahunya motor korban oleng dan mengarah ke truk saya. Saya sempat buang setir ke kanan untuk menghindari motor. Baru kemudian menepi ke kiri," aku Rahmad di lokasi.
Akibat kejadian itu, istri Rahmad syok berat. Perempuan itu terus menangis setelah kecelakaan terjadi. (ube/hn)
Editor : Muhammad Fahmi