Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

BPS Sebut Perempuan di Kota Pasuruan Semakin Berdaya, Hal Ini Jadi Penandanya

Fahrizal Firmani • Kamis, 11 Juni 2026 | 09:31 WIB
ILUSTRASI Perempuan Berdaya
ILUSTRASI Perempuan Berdaya

 

PASURUAN, Radar Bromo-Kaum hawa di Kota Pasuruan semakin berdaya. Mereka memiliki peran yang semakin setara dengan laki laki.

Ini terlihat dari jumlah perempuan yang terpilih dalam pemilihan legislatif dan yang berpendidikan SMA, jumlahnya meningkat.

Kondisi ini ditunjukkan dalam dimensi pemberdayaan yang merupakan pembentuk indeks ketimpangan gender (IKG).

Dimensi ini dibentuk oleh persentase anggota legislatif perempuan dan persentase penduduk 25 tahun ke atas yang berpendidikan SMA ke atas.

Kepala BPS Kota Pasuruan, Noyo Purwoko menyebut, dimensi pemberdayaan menunjukkan adanya peningkatan.

Menunjukkan jika perempuan di kota santri semakin berdaya. Mereka memiliki hak yang sama  dengan laki laki dalam keterwakilan suara di parlemen dan pendidikan.

Pada 2025, jumlah anggota legislatif berjenis kelamin perempuan sebesar 16,67 persen. Angka ini meningkat dibandingkan 2021 yang hanya 3,33 persen.

Artinya ada lima orang yang menduduki parlemen, naik dari sebelumnya hanya satu orang.

"Kondisi ini mempresentasikan peran perempuan dan laki laki dalam pengambilan keputusan di 2025 semakin setara jika dibanding 2021," katanya.

Noyo menyebut, tidak hanya keterwakilan di parlemen. Perempuan juga semakin berdaya dalam pendidikan.

Mereka yang berumur 25 tahun ke atas yang mengenyam pendidikan SMA semakin banyak. Pada 2025, ada 49,79 persen perempuan yang lulus SMA sedsngkan laki laki sekitar 54,26 persen.

Dibandingkan dengan 2024, terjadi peningkatan yang luar biasa pada jenis kelamin perempuan. Naik 2,29 persen. Pada 2024, hanya 47,50 persen.

Sementara pada  jenis kelamin laki-laki turun 0,66 persen. Pada 2024, laki-laki yang berumur 25 tahun ke atas yang mengenyam pendidikan SMA sebesar 54,92 persen.

"Kondisi ini menunjukkan jika pendidikan terakhir yang wajib ditamatkan penduduk perempuan semakin baik. Mereka semakin berdaya dalam pendidikan," jelas Noyo. (riz/fun)

 

Editor : Abdul Wahid
#kaum hawa #legislatif #bps #pendidikan #perempuan