PASURUAN, Radar Bromo - Tingkat kunjungan masyarakat ke Perpustakaan Daerah (Perpusda) Sekargadung, Kota Pasuruan, menunjukkan tren yang sangat positif sepanjang lima bulan pertama tahun ini.
Berdasarkan data Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disperpusip) Kota Pasuruan, total kunjungan sukses menembus angka 16.041 orang, dengan dominasi pengunjung dari kalangan perempuan.
Dari total belasan ribu pengunjung tersebut, tercatat sebanyak 8.844 merupakan pembaca perempuan.
Sementara 7.197 lainnya, adalah laki-laki. Secara rata-rata bulanan, Perpusda Sekargadung mampu menyedot sekitar 3.200 pengunjung.
Lonjakan kunjungan paling signifikan terjadi pada Mei lalu, yang mencatatkan 7.043 orang, meningkat dua kali lipat lebih dibanding bulan sebelumnya yang hanya menyentuh 3.440 pengunjung.
"Kalau dirata-rata, ada lebih dari 3 ribu pengunjung tiap bulannya. Dan Mei, pengunjung mencapai lebih dari 7 ribu orang," urai Kepala Disperpusip Kota Pasuruan, Mahbub Effendi.
Ia menambahkan, para pengunjung yang datang, memiliki tujuan yang beragam.
Mulai dari sekadar membaca santai, mencari referensi tugas sekolah atau perkuliahan, hingga melakukan peminjaman buku.
Menurut Mahbub, tingginya animo ini, merupakan buah dari konsistensi instansinya, dalam menggenjot angka literasi masyarakat melalui program jemput bola.
Guna mendekatkan akses bacaan, Disperpusip rutin mengoperasikan Perpustakaan Keliling (Perpusling), dengan menyasar area publik seperti rumah susun sewa (rusunawa) hingga lembaga pendidikan.
Selain itu, pihak perpusda juga aktif menjalin kemitraan, dengan pihak sekolah melalui program kunjungan literasi terjadwal.
Langkah-langkah preventif ini, terbukti ampuh merangsang minat baca warga Kota Pasuruan.
Saat ini, koleksi buku di Perpusda Sekargadung, sudah sangat variatif dan dapat diakses secara gratis oleh seluruh lapisan masyarakat.
Mulai dari buku fiksi seperti novel dan cerita pendek, hingga literatur non-fiksi serta ensiklopedia ilmiah.
Mahbub menegaskan, seluruh koleksi buku tersebut dapat dipinjam secara cuma-cuma, kecuali untuk komoditas majalah yang hanya boleh dibaca di tempat. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin