PASURUAN, Radar Bromo - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan mencatat lonjakan temuan kasus baru Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang cukup signifikan, pada awal tahun 2026.
Hanya dalam kurun waktu lima bulan pertama, petugas berhasil mendeteksi 34 kasus ODHA baru yang didominasi oleh warga usia produktif.
Jumlah temuan ini tergolong tinggi. Mengingat, angkanya sudah mencapai separuh dari total kasus sepanjang tahun 2025 lalu, yang tercatat sebanyak 67 kasus.
Kepala Dinkes Kota Pasuruan, dr. Shierly Marlena, mengungkapkan, jalur penularan utama pada kasus-kasus baru ini, masih didominasi oleh aktivitas hubungan seksual berisiko, serta penggunaan jarum suntik secara bergantian.
Meski angka temuan tinggi, dr. Shierly memastikan tidak ada laporan pasien ODHA yang meninggal dunia pada periode ini, karena seluruhnya langsung ditangani secara medis.
"Mayoritas berasal dari kalangan usia produktif. Tidak ada ODHA yang meninggal. Mereka masih menjalani pengobatan," katanya.
Sebagai langkah penekanan angka kasus, Dinkes gencar mengampanyekan strategi S-TOP.
Gerakan ini berfokus pada empat pilar utama, yaitu Suluh (edukasi masif mengenai HIV/AIDS), Temukan (deteksi dini lewat tes kesehatan), Obati (penanganan medis segera bagi warga yang positif), dan Pertahankan (menjaga kepatuhan konsumsi obat bagi penderita).
Melalui kedisiplinan mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) secara teratur, replikasi virus di dalam tubuh pasien dapat ditekan hingga tingkat minimal.
Pengendalian virus secara dini ini, terbukti efektif memperpanjang harapan hidup penderita, sekaligus memperkecil risiko penularan kepada pasangan maupun janin pada ibu hamil. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin