NGULING, Radar Bromo-Manuver Junaidi, 38, mendahului truk, memicu kecelakaan beruntun di Jalan Raya Pasuruan–Probolinggo, Desa Sumberanyar, Nguling, Kabupaten Pasuruan, Rabu (3/6) malam.
Tiga kendaraan terlibat dalam insiden itu dan menyebabkan sedikitnya 10 orang luka-luka.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.00. Saat itu, pikap Suzuki N 9277 WC yang disopiri Junaidi, melaju dari timur ke barat.
Pikap membawa dua penumpang yakni Imam Samudra, 17 dan Ngadri, 50.
Sampai di lokasi kejadian, warga Lumbang, Kabupaten Pasuruan, itu mendahului truk di depannya dengan mengambil lajur kanan. Namun tidak ada ruang gerak yang cukup.
Akibatnya, pikap langsung bertabrakan dengan minibus Daihatsu L 1592 DAM dari arah berlawanan yang disopiri Sunadi, 56, warga Jember.
Benturan keras keduanya menyebabkan bagian depan kedua kendaraan rusak parah.
Tidak berhenti di situ. Minibus yang masih berada di jalurnya, kemudian ditabrak dari belakang oleh motor Honda N 2050 PA.
Motor dikendarai Azzahra Aulia Hermavinda, 19, mahasiswa asal Kota Probolinggo.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Kota Iptu Zulkifli mengatakan, hasil olah TKP menunjukkan, kecelakaan dipicu manuver pikap yang mendahului tanpa memenuhi syarat keselamatan.
“Sopir pikap menyalip tanpa memiliki jarak pandang yang bebas dan ruang gerak yang cukup. Akibatnya terjadi tabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan, berlanjut tabrakan dari belakang oleh sepeda motor,” ujarnya.
Akibat kecelakaan tersebut, Junaidi dan dua penumpang pikap mengalami luka. Mereka langsung dilarikan ke IGD RSUD Grati.
Sunadi, sopir minibus juga mengalami luka. Termasuk lima penumpang minibus, juga mengalami luka-luka. Salah satunya, Riyansyah, balita 3 tahun yang mengalami memar pada dahi.
Lalu pengendara motor, Azzahra juga mengalami luka. Yaitu, lecet pada wajah, memar pada lengan kiri, serta luka robek pada bibir atas.
Selain menimbulkan korban luka, kecelakaan tersebut menyebabkan kerugian material sekitar Rp 12 juta.
Pikap dan minibus masing-masing mengalami kerusakan pada bagian depan dengan taksiran kerugian Rp 5 juta. Sedangkan motor mengalami kerusakan pada bodi depan dengan kerugian sekitar Rp 2 juta.
“Seluruh korban luka telah mendapatkan penanganan medis. Kami mengimbau agar pengguna jalan tidak memaksakan mendahului kendaraan apabila kondisi lalu lintas dan jarak pandang tidak memungkinkan,” jelas Iptu Zulkifli. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi