Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Beri Pendamping Rohani Warga Binaan di Lapas Pasuruan yang Selama Ini Ibadah Sendiri

Fahrizal Firmani • Jumat, 5 Juni 2026 | 10:55 WIB
SPIRIT RELIGI: Warga binaan di lapas (kiri) saat mendapat pendampingan rohani. (Foto: Lapas IIB Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)
SPIRIT RELIGI: Warga binaan di lapas (kiri) saat mendapat pendampingan rohani. (Foto: Lapas IIB Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)

 

PASURUAN, Radar Bromo-Tidak hanya diberi pembinaan dan pelatihan kerja. Di dalam penjara, seorang warga binaan juga mendapat perhatian. Seperti yang dilakukan Lapas Pasuruan yang memberikan pendampingan bagi warga binaan beragama Hindu sehingga orang yang terpidana  tak lagi beribadah sendiri di dalam lapas.

Layanan tersebut diwujudkan dengan menghadirkan Penyuluh Agama Hindu dari Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan. Saat itu petugas yang didatangkan Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kuswanto dan dia memberikan pembinaan dan pelayanan keagamaan kepada satu-satunya warga binaan beragama Hindu di Lapas Pasuruan yang akrab disapa “Bli Gede”.

Pendampingan ini dilakukan mulai pekan lalu. Bli Gede, warga binaan asal Surabaya yang memiliki darah asli Bali, mengaku selama ini menjalankan ibadah secara mandiri di dalam kamar hunian karena belum memiliki pendamping maupun komunitas keagamaan yang mendukung.

“Sebelumnya saya terbiasa beribadah sendiri di kamar, tapi sekarang saya punya komunitas Hindu yang bisa support saya,” ungkap Bli Gede penuh haru.

Kepala Lapas Pasuruan, Tri Wibawa Kristiyana, menegaskan bahwa pemenuhan hak beribadah bagi seluruh warga binaan tanpa terkecuali menjadi komitmen yang terus dijaga oleh pihak lapas. 

"Kami ingin memastikan seluruh warga binaan mendapatkan hak pembinaan keagamaan sesuai keyakinannya masing-masing. Meski hanya satu orang, pelayanan tetap harus hadir secara maksimal,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kerja sama dengan Kementerian Agama menjadi bentuk sinergi penting dalam menghadirkan pembinaan yang inklusif dan humanis di lingkungan pemasyarakatan.

Sementara itu, Kuswanto menyampaikan bahwa pendampingan spiritual memiliki peran penting dalam membantu warga binaan menjalani proses pembinaan dengan lebih baik. 

“Pembinaan rohani bukan hanya soal ibadah kepada Sang Hyang Widhi, tetapi juga bagaimana memberikan komunitas guna penguatan mental dan spiritual agar warga binaan tetap memiliki semangat menjalani kehidupan hingga setelah mereka bebas nantinya,” ujarnya. (riz/fun)

 

Editor : Abdul Wahid
#roihani #hindu #penjara #lapas pasuruan