Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Banyak Endapan di Sungai Petung Pasuruan, Butuh Normalisasi hingga Hilir untuk Atasi Banjir

Fuad Alyzen • Kamis, 4 Juni 2026 | 10:29 WIB
MAKIN LEBAR: Sebagian Sungai Petung Kota Pasuruan terlihat semakin lebar setelah dinormalisasi. (MOKHAMAD ZUBAIDILLAH JAWA POS RADAR BROMO)
MAKIN LEBAR: Sebagian Sungai Petung Kota Pasuruan terlihat semakin lebar setelah dinormalisasi. (MOKHAMAD ZUBAIDILLAH JAWA POS RADAR BROMO)

BUGUL KIDUL, Radar Bromo- Temuan tumpukan sampah di sisi utara Dam Book Wedi atau Dam Bintingan, Kota Pasuruan, mendapat perhatian serius dari Pemkot Pasuruan. Pemerintah daerah langsung mengajukan penanganan ke UPT PSDA Welang Pekalen.

Kasi Pemeliharaan dan Rehabilitasi UPT PSDA Welang Pekalen Windari Wahyu Ningsih mengaku, pihaknya telah menerima pengajuan terkait penanganan kondisi tersebut. Laporan itu disampaikan setelah dilakukan pemantauan bersama yang menemukan adanya penumpukan sampah di area pintu air.

Kondisi itu diduga menjadi salah satu faktor yang memperparah luapan Sungai Petung, saat debit air meningkat.

“Ada surat pengajuan yang masuk terkait temuan sampah di sisi utara Dam Book Wedi. Setelah dipantau bersama, tumpukan sampah itu dinilai menjadi salah satu penyebab air sungai meluap ketika debit meninggi,” ujarnya.

Di sisi lain, upaya normalisasi Sungai Petung, sebenarnya telah berjalan. Pekerjaan normalisasi masih difokuskan di Kawasan Bakalan dengan panjang penanganan sekitar 900 meter.

“Setelah dilakukan koordinasi, normalisasi akan dilanjutkan ke arah hulu Jembatan Book Wedi di wilayah Blandongan dengan panjang sekitar 1,2 kilometer dari titik akhir normalisasi sebelumnya,” jelasnya.

Pihaknya juga akan mengajukan kembali usulan normalisasi lanjutan hingga ke bagian hilir Sungai Petung. Namun pelaksanaannya masih menunggu berbagai pertimbangan teknis dan ketersediaan anggaran.

Menurutnya, saat ini alat berat milik PSDA Jawa Timur masih berada di Sungai Petung, untuk mendukung pekerjaan yang sedang berjalan. Ke depan, pihaknya berencana membuka pintu dam dengan berkoordinasi bersama pemkot agar sedimen yang mengendap dapat mengalir dan memudahkan proses normalisasi.

“Untuk kelanjutannya, masih menunggu karena ada beberapa kendala, mulai efisiensi anggaran, kebutuhan BBM, hingga keterbatasan alat,” jelas Windari.

Pihaknya memastikan normalisasi Sungai Petung akan terus diupayakan secara bertahap. Hanya saja, panjang penanganan lanjutan menuju hilir sungai masih menunggu hasil perencanaan dan evaluasi teknis dari instansi terkait. (zen/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#tumpukan sampah #dam book wedi #dam bintingan #sungai #pasuruan