Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Baru Capai 1.017 Ton, Optimistis Panen Padi di Kota Pasuruan Capai Target

Fuad Alyzen • Kamis, 4 Juni 2026 | 10:27 WIB
PANEN: Seorang petani menanen padi di lahan pertanian wilayah Kota Pasuruan. (M. ZUBAIDILLAH JAWA POS RADAR BROMO)
PANEN: Seorang petani menanen padi di lahan pertanian wilayah Kota Pasuruan. (M. ZUBAIDILLAH JAWA POS RADAR BROMO)

PASURUAN, Radar Bromo- Produksi padi di Kota Pasuruan terus menunjukkan tren positif. Meski sejauh ini masih jauh dari target tahunan yang mencapai 1.788 ton. Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kota Pasuruan optimistis target tersebut bisa tercapai.

Pada triwulan pertama panen padi mencapai sekitar 581 ton. Ditambah hasil panen selama April hingga awal Juni 2026 mencapai 436 ton. Sehingga total realisasi hasil panen padi sepanjang tahun ini telah mencapai 1.017 ton atau sekitar 56,8 persen dari target tahunan.

Meski capaian tersebut cukup menggembirakan, ancaman cuaca ekstrem masih menjadi perhatian serius. Hujan berkepanjangan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir memicu serangan hama dan tikus.

Sementara itu, musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi pada paro kedua tahun ini, berpotensi mengganggu produktivitas lahan pertanian.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kota Pasuruan Zahra Hayati mengatakan, petani perlu lebih bijak dalam menentukan pola tanam dan penggunaan sumber daya air.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi Indonesia akan menghadapi fenomena El Nino dengan intensitas kuat atau yang kerap disebut El Nino Godzilla.

Fenomena tersebut diperkirakan memicu musim kemarau yang lebih panjang dan kering dibanding kondisi normal. “Dampaknya bukan hanya ke cuaca tetapi juga terhadap kehidupan sehari-hari, termasuk sektor pertanian,” kata Zahra.

Berdasarkan data DPPKP Kota Pasuruan, Kecamatan Bugul Kidul menjadi penyumbang panen terbesar selama periode April hingga awal Juni 2026 dengan total 194 ton. Disusul Kecamatan Gadingrejo sebanyak 145 ton, Kecamatan Purworejo 72 ton, dan Kecamatan Panggungrejo 25 ton.

Pada April, total panen mencapai 245 ton. Angka tersebut kemudian turun menjadi 180 ton pada Mei. Sementara pada 1-2 Juni, tambahan panen tercatat 11 ton. Secara kumulatif, produksi pada periode April hingga awal Juni mencapai 436 ton.

Mengantisipasi dampak kemarau, DPPKP telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Mulai pemetaan wilayah rawan kekeringan, optimalisasi pengelolaan air irigasi, percepatan tanam serempak di wilayah potensial, hingga penggunaan varietas padi yang lebih tahan terhadap kekeringan.

Pemerintah juga mengusulkan bantuan pompa air kepada Pemerintah Pusat. Serta, mendorong penyesuaian pola tanam sesuai kondisi iklim dan ketersediaan air.

“Petani di Kota Pasuruan yang lahannya kekurangan air banyak yang menanam padi varietas Situ Bagendit karena tahan terhadap kekeringan,” ujarnya.

Zahra optimistis target produksi tahun ini masih dapat tercapai. Sebab, hingga awal Juni realisasi panen sudah melampaui separuh target tahunan. Namun pihaknya tetap akan melakukan berbagai upaya mitigasi agar produksi tidak terganggu oleh perubahan cuaca ekstrem.

“Kami akan terus melakukan optimalisasi mengingat kondisi cuaca yang bisa berubah, baik hujan maupun panas ekstrem,” ujarnya. (zen/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#pasuruan #positif #padi #perikanan #pertanian