PASURUAN, Radar Bromo - Tantangan efisiensi anggaran, tidak menyurutkan komitmen Pemerintah Kota Pasuruan dalam menekan angka pengangguran.
Melalui Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM, pemkot memastikan program pelatihan kerja intensif berskala prioritas, akan tetap digulirkan pada Juli 2026.
Saat ini, Bidang Tenaga Kerja tengah mematangkan persiapan teknis sembari menunggu pengesahan Surat Keputusan (SK) Wali Kota.
Pagu anggaran sebesar Rp1,3 miliar telah dialokasikan khusus, untuk mendanai sektor ini.
"Pelatihan kerja ini adalah instrumen vital, untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal. Oleh karena itu, meskipun ada rasionalisasi anggaran, program ini tidak boleh dihapus," tegas Kabid Tenaga Kerja, Dedi Mulyadi.
Dedi mengakui, adanya efisiensi finansial yang berdampak langsung pada fasilitas peserta.
Salah satunya, adalah penyesuaian uang transportasi harian yang semula Rp 75 ribu menjadi Rp 50 ribu per hari.
Kendati demikian, kualitas materi dan instruktur pelatihan dipastikan tetap terjaga secara optimal.
Untuk tahun ini, fokus keahlian diarahkan pada sektor industri kreatif dan jasa yang sedang berkembang pesat.
Mulai dari pelatihan kelas barista, desain grafis, dan make-up artist (MUA). Durasi kursus akan dirancang padat karya selama dua minggu hingga satu bulan penuh.
Mengingat tingginya minat masyarakat, seleksi ketat akan diberlakukan. Tujuannya, untuk menjaring peserta yang benar-benar produktif dan berkomitmen tinggi untuk membuka usaha atau bekerja. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin