Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

DBD Kian Mengintai Kota Pasuruan, 29 Kasus Ditemukan hingga Mei

Fahrizal Firmani • Rabu, 3 Juni 2026 | 12:24 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PASURUAN, Radar Bromo - Ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pasuruan kian nyata, seiring cuaca yang tidak menentu.

Sepanjang lima bulan pertama tahun 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat setidaknya telah menerima laporan 29 kasus DBD di wilayah tersebut.

Angka ini menunjukkan tren kenaikan harian yang cukup diwaspadai. Pada tiga bulan pertama (Januari–Maret), total kasus baru menyentuh angka 15.

Namun memasuki bulan Mei, grafik langsung bertambah 14 kasus baru hingga menjadi 29 kasus. Beruntung, nol kematian dilaporkan sejauh ini.

Selama tiga tahun terakhir, temuan DBD di Kota Pasuruan memang cukup fluktuatif.

Pada 2024, Dinkes menerima laporan DBD sebanyak 210 kasus. Angka ini meningkat lipat dua tahun lalu menjasi 487 kasus. Sementara pertengahan tahun ini, tercatat ada 29 kasus.

Kepala Dinkes Kota Pasuruan, dr. Shierly Marlena, menyebut kebiasaan membiarkan genangan air di sekitar pemukiman, menjadi pemicu utama cepatnya penyebaran virus ini.

Ia mengingatkan, pentingnya gerakan pemberantasan sarang nyamuk secara mandiri di rumah.

"Kuncinya ada pada Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Jangan tunggu ada yang sakit. Rutin kuras bak mandi dan buang barang bekas yang bisa menampung air hujan," imbau Dokter Shierly-sapaannya.

Selain pencegahan, Dokter Shierly meminta warga, mengenali tanda-tanda tubuh yang terpapar virus DBD, agar tidak terlambat mendapat penanganan medis.

Selain demam tinggi mendadak selama 3–7 hari, juga munculnya bintik-bintik merah di permukaan kulit. Selain itu, terjadi mimisan atau pendarahan pada gusi.

Jika penanganan terlambat, pasien berisiko mengalami kondisi fatal berupa dengue shock syndrome yang dapat menyebabkan kematian.

Warga diimbau untuk segera mengakses fasilitas kesehatan terdekat, begitu gejala awal mulai terlihat pada keluarga. (riz/one)

Editor : Jawanto Arifin
#kota pasuruan #nyamuk #dbd #kesehatan #dinkes