PASURUAN, Radar Bromo - Tren positif dicatatkan oleh wisata Pemandian Alam Banyubiru.
Sepanjang tahun 2025, destinasi andalan Kabupaten Pasuruan ini, sukses meraup Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp750 juta.
Angka ini melonjak 50 persen dari target awal, yang dipatok sebesar Rp500 juta.
Keberhasilan ini, membuat Pemkab Pasuruan percaya diri menaikkan target PAD menjadi Rp 900 juta untuk tahun 2026.
Namun, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa, optimis realisasinya bisa melompat lebih jauh.
"Potensinya besar. Saya bahkan berani hitung-hitungan bisa tembus Rp1 miliar," kata Agus.
Bukan tanpa alasan. Menurut Agus, pihaknya tidak sekadar mengandalkan ramainya wisatawan. Tetapi juga fokus memperketat manajemen internal.
Saat ini, Banyubiru dikelola oleh seorang koordinator dengan sokongan delapan staf.
"Kami fokus menutup celah kebocoran pendapatan. Jika pengelolaan internal bersih dan ketat, pendapatan pasti naik," tegasnya.
Sinyal hijau juga datang dari sektor infrastruktur. Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, Yusuf Daniyal, mengamini bahwa akses menuju Banyubiru kini sudah jauh lebih prima dan memanjakan wisatawan.
"Akses jalan utama seperti Winongan–Ngopak sudah sangat mendukung. Apalagi bagi wisatawan dari arah timur, sekarang ada akses Triwung Grati yang langsung terhubung ke jalur tol," ujarnya. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin