BUGUL KIDUL, Radar Bromo - Pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) baru di Jalan Ir Juanda, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, belum rampung. Namun tahapannya masih menunggu keputusan Pemerintah Pusat. Sejauh ini belum ada kabar kelanjutan pembangunannya.
Kepala Lapas Kelas IIB Pasuruan Tri Wibawa Kristiyana mengatakan, lapas baru itu belum bisa difungsikan tahun ini. Sejumlah fasilitas belum terpenuhi. Pihaknya juga tidak ingin buru-buru pindah, namun pelayanan di lapas belum berfungsi maksimal.
Pihaknya berharap sisa fasilitas yang belum terbangun bisa digarap tahun ini, sehingga keinginan dari Dirjen Memasyarakatan Mashadi agar lapas difungsikan tahun depan bisa terpenuhi. Namun tentunya kondisi ini dikembalikan pada Pemerintah Pusat. Sebab, pembangunan mengandalkan APBN.
“Kami berharapnya tahun depan bisa berfungsi. Tapi dikembalikan lagi dengan ketersediaan anggaran dari pemerintah," katanya.
Pria yang akrab disapa Bowo ini mengatakan, pembangunan lapas telah berjalan tiga tahun. Digarap mulai 2023, secara keseluruhan, pembangunannya sudah mencapai 60 persen. Diharapkan bisa rampung tahun ini.
Pada 2023, Pemerintah Pusat membangun kantor teknis, dapur dan satu unit blok hunian. Pada 2024, dibangun kantor utama dan dua unit blok hunian tambahan. Pada 2025, dilanjutkan pembangunan poliklinik, masjid, gereja, pos jaga utama, dan pembangunan pagar keliling.
“Pembangunan lapas dilakukan bertahap sejak 2023. Total secara keseluruhan telah tergarap 60 persen, kurang 40 persen lagi,” kata Bowo.
Menurutnya, masih ada beberapa fasilitas yang perlu dibangun. Selain blok hunian, juga perlu membangun pagar areal dalam hingga rumah dinas pejabat lapas. Untuk blok hunian dari kebutuhan lima blok, baru tergarap tiga blok, masih kurang dua blok.
Ia menilai, lapas baru ini lebih representatif dibanding lapas di Jalan Panglima Sudirman saat ini. Lapas baru memiliki kapasitas hingga 680 warga binaan. Jauh berbeda dengan lapas saat ini yang hanya 280 warga binaan.
“Lapas baru ini nantinya juga lebih maksimal dalam pelayanan. Didukung oleh puluhan closed circuit television (CCTV) dan lebih luas dari lapas saat ini,” ujarnya. (riz/rud)
Editor : Fahreza Nuraga