
TOSARI, Radar Bromo–Kecelakaan maut di tikungan leter S jalur wisata Bromo, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, bukanlah yang pertama. Kecelakaan itu merupakan yang kedua dalam sepekan terakhir.
Sebelumnya, seorang wisatawan Korea juga kecelakaan di tempat yang sama pada Jumat (22/5).
Karena itu, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) memberikan perhatian serius pada kecelakaan ini.
Sebab, menyangkut keselamatan pengunjung dan pelaku wisata yang setiap hari beraktivitas di kawasan TNBTS.
"Kami dari pihak TNBTS menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban dan keluarga yang terdampak atas kejadian kecelakaan tersebut," terang Ketua Tim Data, Evaluasi, dan Kehumasan TNBTS Hendra Wisantara.
Hendra mengatakan, TNBTS akan segera berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.
Mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, komunitas sopir jip wisata, hingga pengelola jasa wisata lainnya untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
"Kami akan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna meningkatkan aspek keselamatan wisata di kawasan Bromo,” jelasnya.
Nantinya, evaluasi tidak hanya berfokus pada penyebab kecelakaan. Namun juga menyasar sistem keselamatan yang selama ini diterapkan dalam operasional kendaraan wisata.
Beberapa poin yang menjadi perhatian utama antara lain peningkatan pengawasan terhadap kelayakan kendaraan wisata yang beroperasi di kawasan Bromo.
TNBTS menilai seluruh armada yang mengangkut wisatawan harus benar-benar memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan.
Selain itu, komitmen para pelaku jasa wisata juga akan diperkuat. Mulai dari kepatuhan terhadap aturan operasional kendaraan, pemeriksaan rutin kondisi kendaraan, hingga peningkatan kompetensi pengemudi yang setiap hari melayani wisatawan.
“Aspek kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat juga menjadi perhatian kami. Mengingat medan wisata Bromo memiliki karakteristik yang berbeda dengan jalan umum pada umumnya,” lanjutnya.
Baca Juga: Vario Diduga Alami Rem Blong di Jalan Menurun Bromo Tosari Pasuruan, Wisatawan asal Korsel Meninggal
Jalur yang esktrem, curam, dan berkabut, memerlukan sistem penanganan keadaan darurat yang cepat dan terkoordinasi.
Karena itu, TNBTS akan mendorong peningkatan koordinasi seluruh pihak dalam penanganan insiden apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.
"Kami juga akan meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi penanganan keadaan darurat, termasuk mekanisme respons dan evakuasi apabila terjadi insiden di kawasan," imbuh Hendra. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi