PASURUAN, Radar Bromo - Ancaman krisis air bersih yang hampir rutin muncul tiap musim kemarau, mulai diantisipasi Pemkab Pasuruan.
Ribuan sambungan rumah (SR) gratis disiapkan untuk warga di kawasan rawan kekeringan.
Total ada 2.172 sambungan rumah air bersih yang disiapkan untuk 21 desa di sejumlah kecamatan.
Program tersebut kini mulai dimatangkan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan.
Plt Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Susanti Adi Peni, mengatakan, program tersebut diprioritaskan bagi desa-desa yang selama ini kesulitan memperoleh akses air bersih layak.
“Sebanyak 2.172 sambungan rumah gratis disiapkan untuk wilayah rawan air bersih yang tersebar di 21 desa,” katanya.
Menurut Santi, pendataan dan identifikasi lapangan mulai dilakukan agar bantuan tidak salah sasaran.
Sebab, selama ini persoalan kekeringan masih menjadi keluhan warga di sejumlah wilayah, terutama kawasan perbukitan dan lereng pegunungan.
Beberapa desa yang masuk prioritas di antaranya Desa Watulumbung dan Bulukandang di Kecamatan Lumbang.
Desa Watulumbung mendapat alokasi terbesar dengan 863 sambungan rumah, sedangkan Bulukandang memperoleh 236 sambungan rumah.
Selain itu, program juga menyasar Desa Kenep Kecamatan Beji, Desa Podokoyo Kecamatan Tosari, Desa Sibon dan Kedawung Kecamatan Puspo, Desa Klorokan Kecamatan Kejayan hingga Desa Tambaksari Kecamatan Purwodadi.
“Wilayah-wilayah itu memang cukup rawan mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau,” jelasnya.
Program sambungan rumah gratis tersebut dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU).
Pemerintah daerah berharap layanan air bersih nantinya bisa mengurangi ketergantungan warga terhadap bantuan dropping air yang hampir setiap tahun dilakukan saat debit sumber air menurun.
Selama ini, sejumlah desa di wilayah selatan dan pegunungan Pasuruan kerap mengalami krisis air berkepanjangan.
Warga bahkan harus membeli air bersih atau mengambil air dari sumber yang jaraknya cukup jauh ketika musim kemarau datang. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin