Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Waspadai Virus Hanta, Dinkes Kota Pasuruan Ajak Lakukan PHBS

Fahrizal Firmani • Sabtu, 30 Mei 2026 | 23:55 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PASURUAN, Radar Bromo - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan mengimbau masyarakat, untuk memperketat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Langkah ini ditujukan, untuk mengantisipasi penularan virus hanta.

Meski hingga saat ini kasus di wilayah Kota Pasuruan masih nihil, kewaspadaan dini tetap harus ditingkatkan.

Sebab, virus ini dapat menyebabkan kematian jika terlambat ditangani.

Kepala Dinkes Kota Pasuruan, dr. Shierly Marlena, menekankan, ketiadaan kasus saat ini, bukan berarti masyarakat bisa mengabaikan risiko kesehatan yang ada.

"Salah satu upaya utamanya adalah dengan menjaga PHBS. Pastikan kebersihan rumah dan lingkungan sekitar selalu terjaga. Serta simpan makanan dalam wadah tertutup rapat, agar tidak dijangkau hewan pengerat," ujar Dokter Shierly-sapaannya.

Meskipun sama-sama bersumber dari hewan pengerat seperti tikus, Dokter Shierly menjelaskan penyakit hanta dan leptospirosis (lepto) memiliki karakteristik, gejala, dan cara penularan yang sangat berbeda.

Virus hanta disebabkan oleh virus dan menular, ketika seseorang menghirup udara yang telah terkontaminasi oleh partikel air kencing, air liur, atau kotoran tikus.

Sebaliknya, leptospirosis disebabkan oleh bakteri dan umumnya menular melalui air atau tanah yang terpapar urine hewan. Kemudian masuk melalui luka terbuka di kulit atau selaput lendir mata, hidung, dan mulut.

Virus hanta menyerang saluran pernapasan secara agresif. Sementara itu, bakteri leptospirosis cenderung menyerang organ vital seperti hati dan ginjal.

Keduanya memiliki gejala awal yang mirip, seperti demam, mual, dan sesak napas.

Namun pada fase lanjut, pasien hanta akan mengalami gangguan pernapasan akut yang mematikan.

Pada penderita lepto, gejala khas yang muncul adalah mata yang berubah warna menjadi merah kekuningan serta urine yang berwarna gelap pekat menyerupai air teh.

Sebagai tindakan konkret memutus rantai penularan, pihak Dinas Kesehatan meminta warga melakukan langkah spesifik, sesuai dengan jenis ancaman penyakitnya.

Untuk menangkal virus hanta, warga diwajibkan menutup rapat semua lubang yang berpotensi menjadi akses masuk atau sarang tikus di dalam rumah.

Sedangkan untuk menghindari leptospirosis, masyarakat diimbau keras menghindari kontak langsung dengan air kotor atau genangan banjir. (riz/one)

Editor : Jawanto Arifin
#virus hanta #kota pasuruan #kebersihan #phbs #dinkes