TOSARI, Radar Bromo-Jalur wisata Bromo via Tosari, Pasuruan dalam beberapa hari terakhir jadi sorotan. Dalam waktu sepekan, terjadi dua kecelakaan maut yang merenggut tiga korban jiwa.
Kecelakaan maut pertama terjadi Jumat 22 Mei 2026. Saat itu sebuah motor matik Honda Vario yang disopiri Wahyu Firly Ravaelani, 26, asal Kalikepiting, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya hilang kendali.
Vario menabrak tebing di kawasan Leter S, masuk Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
Tabrakan itu membuat seorang meninggal. Korban meninggal diketahui bernama Hye Jin Kim. Perempuan 49 tahun asal Korea Selatan.
Selang seminggu kemudian, atau Jumat 29 Mei 2025, kecelakaan maut kembali terjadi di jalur Bromo via Tosari, Pasuruan.
Lagi-lagi di kawasan leter S, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
Kali ini, sebuah jip Bromo hilang kendali. Lalu menabrak tebing, hingga membuat dua orang meninggal sementara tiga korban lainnya alami luka-luka.
Dari olah TKP yang dilakukan polisi, penyebabnya sama. Yakni, Jip itu alami rem blong. Lalu hilang kendali dan menabrak tebing.
Camat Tosari Bachtiar Prihatin Bahri menjelaskan, selama ini lokasi kecelakaan maut di kawasan leter S itu memang dikenal sebagai salah satu titik ekstrem di jalur wisata Bromo.
Selain turunan yang curam, kondisi jalan juga relatif sempit. Sehingga membutuhkan kewaspadaan ekstra dari para pengemudi.
"Jalur tersebut memang bahaya. Saat kendaraan berpapasan risikonya semakin tinggi karena jalan relatif sempit. Bahkan jip yang biasa beroperasi di kawasan Bromo saja, tetap harus hati-hati saat melintasi jalur itu," ujarnya.
Karena itu, menurutnya, kondisi kendaraan harus benar-benar dipastikan dalam keadaan prima sebelum digunakan mengangkut wisatawan. Terutama sistem pengereman. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi