PASURUAN, Radar Bromo - Kesempatan kaum perempuan di Kota Pasuruan, untuk mendapatkan peluang kerja yang setara dengan laki-laki, menunjukkan tren yang kian positif.
Hal ini tecermin dari Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan, yang terus bergerak naik secara signifikan, dalam empat tahun terakhir.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pasuruan, Noyo Purwoko, mengungkapkan kesetaraan gender dalam dunia kerja di wilayahnya, tumbuh semakin matang.
Data BPS mencatat, TPAK perempuan pada tahun 2022, baru menyentuh angka 58,98 persen.
Namun, pada tahun 2025, angka tersebut melonjak drastis hingga mencapai 66,72 persen, atau mengalami kenaikan sebesar 7,74 persen dalam kurun waktu empat tahun.
Menariknya, meski TPAK laki-laki juga mengalami kenaikan, dari 81,82 persen pada tahun 2022 menjadi 84,65 persen pada tahun 2025 (naik 2,83 persen), laju pertumbuhan angkatan kerja perempuan terbukti melesat jauh lebih tinggi.
"Jika dibandingkan, TPAK perempuan melaju lebih cepat. TPAK perempuan naik 4,14 persen dari basis data tahun sebelumnya. Sementara TPAK laki-laki naik 1,67 persen. Ini adalah kondisi yang menggembirakan, karena pasar kerja di Kota Pasuruan semakin luas menyerap tenaga kerja. Khususnya dari sektor perempuan," jelas Noyo.
Menurut Noyo, tren positif ini, menunjukkan bahwa kompetensi pekerja perempuan di Kota Pasuruan, tidak kalah saing dengan pekerja laki-laki.
Dunia usaha kini semakin terbuka, dan memberikan kepercayaan tinggi, terhadap potensi para pekerja perempuan.
Lebih lanjut, ekspansi tenaga kerja perempuan ini, tidak hanya mendominasi sektor formal.
Melainkan juga tumbuh subur di sektor informal. Banyak perempuan dinilai lebih siap dan terampil saat memasuki ranah informal.
Seperti menjadi pelaku UMKM kuliner, membuka warung, pengasuh anak (baby sitter), hingga pengemudi ojek.
Karakteristik perempuan yang cenderung lebih teliti dan telaten, menjadi nilai tambah yang besar di sektor ini.
"Semakin tingginya peningkatan TPAK perempuan dibandingkan laki-laki ini, menjadi bukti sahih bahwa ruang dan peluang bagi perempuan dalam memasuki dunia kerja di Kota Pasuruan, sudah semakin setara," tukas Noyo. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin