Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Perahu Nelayan Jadi Penghambat Normalisasi di Sungai Gembong Kota Pasuruan

Fuad Alyzen • Kamis, 28 Mei 2026 | 13:14 WIB
PENGERUKAN: Pengerukan Sungai Gembong di Kota Pasuruan yang memanfaatkan alat berat. Sejauh ini, kegiatan normalisasi itu, terkendala oleh perahu nelayan. (Camat Panggungrejo for Radar Bromo)
PENGERUKAN: Pengerukan Sungai Gembong di Kota Pasuruan yang memanfaatkan alat berat. Sejauh ini, kegiatan normalisasi itu, terkendala oleh perahu nelayan. (Camat Panggungrejo for Radar Bromo)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo - Proses normalisasi dan pengerukan Sungai Gembong di Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan terus dikebut.

Namun, upaya penyelamatan kawasan pesisir dari ancaman banjir rob ini, harus berjalan lambat.

Penyebabnya, banyak perahu nelayan yang masih nekat bersandar di lokasi pengerjaan.

Banyaknya kapal yang menambat tali di sisi barat sungai, membuat alat berat kesulitan ruang gerak untuk mengevakuasi bangkai kapal.

Padahal, pihak kecamatan bersama instansi terkait, sudah melakukan sosialisasi.

Agar para pemilik kapal memindahkan armadanya sementara waktu ke sisi timur sungai.

"Hambatannya itu, kapal-kapal yang masih bersandar di sekitar lokasi. Kami sudah sosialisasi supaya dipindah sementara ke sisi timur, tapi sampai saat ini masih ada yang belum memindahkannya," keluh Camat Panggungrejo, Iman Hidayat.

Akibat kendala ruang gerak ini, tim di lapangan baru berhasil mengangkat dua bangkai kapal pada Selasa (26/5).

Hingga kini, total baru empat bangkai kapal yang berhasil dievakuasi dari dasar sungai.

Sementara, lima bangkai kapal lainnya, masih tertahan dan mengendap di sisi barat.

Kondisi ini, cukup mengkhawatirkan. Karena tumpukan bangkai kapal, telah memicu pendangkalan parah.

Sehingga, menyisakan kedalaman air sekitar satu meter saja. Jika seluruh bangkai kapal tidak segera diangkat, kawasan tersebut dipastikan rawan meluap saat banjir rob melanda.

Dalam proyek ini, alat berat milik PSDA Jatim dan armada truk milik DLH Kota Pasuruan, dikerahkan untuk menyisir area sepanjang 400 meter.

Kasi Pemeliharaan dan Rehabilitasi UPT PSDA Welang Pekalen, Windari Wahyu Ningsih, menjelaskan, pengerjaan difokuskan pada titik-titik perahu karam dan pengangkatan sedimen di pinggir sungai.

"Tujuannya untuk memperlancar dan memudahkan perahu nelayan sendiri saat parkir maupun menambatkan tali," jelas Windari. (zen/one)

Editor : Jawanto Arifin
#perahu #banjir #normalisasi #sungai gembong #pengerukan