PASURUAN, Radar Bromo - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kota Pasuruan, memastikan besaran Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) untuk Tempat Penitipan Anak (TPA) tahun ini, tidak mengalami perubahan.
Setiap lembaga akan menerima alokasi dana sebesar Rp 600 ribu per siswa per tahun, yang disalurkan dalam dua tahap setiap awal semester.
Kabid PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dispendikbud Kota Pasuruan, Imam Zamroni, menjelaskan skema dan nominal bantuan ini, masih sama dengan tahun lalu.
Meski tarif per siswa seragam, total dana yang diterima setiap TPA dipastikan berbeda karena sangat bergantung pada jumlah peserta didik yang terdaftar.
Semakin banyak siswa di suatu lembaga, semakin besar pula dana BOP yang dikucurkan.
Terkait penggunaannya, Imam menekankan bahwa BOP memiliki fungsi yang berbeda dengan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).
BOP difokuskan untuk mendukung operasional harian dan peningkatan mutu pembelajaran.
"Fokus BOP ini, untuk mendukung operasional harian lembaga. Seperti kegiatan rutin, kebersihan, peningkatan kompetensi pendidik, hingga penyediaan bahan ajar. Dana ini bukan untuk pembayaran honor guru," tegas mantan Lurah Petahunan tersebut.
Sementara itu, program atau kegiatan yang tidak terakomodasi oleh BOP, nantinya akan dicover melalui dana BOSDA.
Untuk tahun ini, tercatat ada delapan TPA di Kota Pasuruan yang berhak menerima bantuan tersebut.
Yaitu TPA Mutiara Ummi, TPA Cendekia Kids, TPA Qurrota A'yun, TPA Al Kautsar, TPA Baby School, TPA Putra Cendekia, TPA Al Irsyad dan TPA Taman Firdaus.
Persyaratan pengajuan pun, dipastikan tidak berubah dari regulasi sebelumnya.
Setiap lembaga, wajib terdaftar resmi dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Selain itu, seluruh peserta didiknya harus memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).
Guna menjaga transparansi dan memangkas birokrasi, proses penyaluran dana dilakukan secara langsung.
"Pencairannya dilakukan dua tahap di setiap awal semester. Dana langsung ditransfer ke rekening lembaga masing-masing, jadi tidak ada yang melalui kami di dinas," jelasnya. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin