Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemotongan di RPH Pasuruan Membeludak saat Idul Adha, Temukan 3 Sapi dan 3 Kambing Bercacing Hati

Fuad Alyzen • Kamis, 28 Mei 2026 | 00:39 WIB
DIPERIKSA: Petugas sedang melakukan pemeriksaan postmortem terhadap salah satu hewan kurban yang sudah disembelih di RPH Kota Pasuruan, kemari (27/5). Ditemukan sedikitnya 3 ekor sapi dan 3 ekor kambing yang terinfeksi cacing hati. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
DIPERIKSA: Petugas sedang melakukan pemeriksaan postmortem terhadap salah satu hewan kurban yang sudah disembelih di RPH Kota Pasuruan, kemari (27/5). Ditemukan sedikitnya 3 ekor sapi dan 3 ekor kambing yang terinfeksi cacing hati. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

 

BUGUL KIDUL, Radar Bromo  Petugas Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Pasuruan menemukan sapi dan kambing kurban yang terinfeksi cacing hati saat proses penyembelihan Idul Adha berlangsung.

Temuan itu muncul di tengah membeludaknya penyembelihan hewan kurban di RPH Kota Pasuruan, Rabu (27/5).

Meski ditemukan organ hati yang terinfeksi, petugas memastikan daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat tetap aman dikonsumsi.

Sebab, bagian hati yang rusak langsung dipisahkan dan dimusnahkan.

Kepala UPT RPH Kota Pasuruan, Dyan Failasufa mengatakan, memang pemeriksaan ketat dilakukan terhadap seluruh hewan kurban. Baik sebelum penyembelihan (ante-mortem), maupun setelah penyembelihan (post-mortem).

Dari hasil pemeriksaan itu, petugas menemukan indikasi penyakit cacing hati atau fascioliasis pada sejumlah hewan kurban. Tindakan tegas pun langsung dilakukan untuk organ hati yang terinfeksi.

“Kami menyarankan dan menginstruksikan bagian tersebut segera dipisahkan agar tidak sampai tercampur dengan daging lainnya,” terang Dyan.

Hal ini penting untuk memastikan organ yang bermasalah tidak sampai dikonsumsi atau lolos dibagikan kepada para penerima kurban. Namun, menurutnya warga tidak perlu cemas. Sebab, yang terinfeksi hanya hatinya saja.

“Untuk bagian daging yang lain dijamin sangat aman dan layak dikonsumsi,” lanjutnya.

Secara keseluruhan menurut Dyan, terdapat lebih dari 10 ekor sapi serta 3 ekor kambing yang terdeteksi mengidap cacing hati berdasarkan hasil pemeriksaan menyeluruh di RPH.

Namun, temuan itu dikonfirmasi ulang oleh pihak otoritas veteriner dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan.

Disebutkan, hanya ditemukan cacing hati pada 3 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Ini pemeriksaan sementara yang dilakukan tim veteriner di lapangan.

“Benar, tim di lapangan menemukan cacing hati pada 3 ekor sapi dan 3 ekor kambing dari pemeriksaan sementara. Langkah tegas langsung diambil dengan membuang bagian hati yang terinfeksi tersebut agar tidak diedarkan,” ungkap drh. Huda Dwinofanto, Medik Veteriner Ahli Muda, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan.

Huda pun meminta masyarakat tidak panik. Sebab, infeksi cacing hati hanya menyerang organ hati dan tidak memengaruhi kualitas daging secara keseluruhan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir atau resah. Yang kami afkir dan buang hanya organ hati yang rusak. Sementara dagingnya kami garansi 100 persen aman, sehat, dan sangat layak dikonsumsi maupun dibagikan ke warga,” tegasnya.

Temuan cacing hati itu muncul di tengah lonjakan penyembelihan hewan kurban di RPH Kota Pasuruan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 51 ekor sapi dan 53 ekor kambing didaftarkan untuk dipotong di lokasi tersebut.

Proses penyembelihan dijadwalkan berlangsung maraton sejak hari pertama Idul Adha, Rabu (27/5) hingga Sabtu (30/5). Jumlah itu diperkirakan masih bisa bertambah karena pendaftaran masih dibuka.

“Grafik kunjungan RPH meningkat tajam dari tahun lalu. Sebagai perbandingan, pada hari pertama tahun lalu kami hanya menyembelih 17 ekor sapi. Sedangkan hari ini saja, sudah ada 30 ekor sapi yang masuk antrean meja potong,” kata Dyan.

Menurutnya, meningkatnya minat masyarakat menggunakan jasa RPH dipengaruhi fasilitas yang dinilai lebih representatif. Selain memiliki pasokan air bersih melimpah, pengurban juga tidak perlu memikirkan pembuangan limbah darah dan kotoran hewan.

RPH Kota Pasuruan juga telah mengantongi sertifikat halal. Selain itu, juru sembelih halal (Juleha) yang bertugas telah tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“RPH Kota Pasuruan resmi mengantongi sertifikat halal. Juru Sembelih Halal (Juleha) kami juga sudah tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Aspek sarana dan kehalalannya benar-benar kami jamin,” tutur Dyan.

Kepercayaan masyarakat terhadap RPH juga datang dari berbagai instansi besar. Mulai Polres Pasuruan, RSUD dr R Soedarsono, Masjid Al-Muhajirin, Yayasan Al-Ikhsan Blandongan, Al-Irsyad Hasanuddin, Al-Kautsar, hingga masyarakat umum.

Untuk menangani lonjakan penyembelihan, RPH menyiagakan dua orang Juleha bersertifikat khusus penyembelihan. Mereka dibantu 35 tenaga pemboleng atau pengulit dari luar RPH serta warga lokal Kota Pasuruan.

Sementara terkait biaya, Dyan menegaskan layanan resmi RPH sebenarnya gratis. Adapun biaya Rp 650 ribu per sapi dan Rp 100 ribu per kambing merupakan hasil kesepakatan yang sepenuhnya digunakan untuk membayar tenaga pemboleng luar.

“Layanan resmi dari RPH sendiri gratis. Uang kesepakatan Rp 650.000 per sapi itu seluruhnya langsung dibagikan kepada para pemboleng luar yang kami berdayakan. Sehingga proses penanganan daging bisa berjalan cepat, bersih, dan profesional,” pungkasnya. (zen/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#rph pasuruan #cacing hati #hewan kurban