PANGGUNGREJO, Radar Bromo - Upaya mengurangi pendangkalan di Sungai Gembong, Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, mulai dilakukan.
Sejak Senin (25/5), Pemerintah Kota Pasuruan mengeksekusi pengangkatan bangkai kapal yang selama ini menghambat aliran sungai.
Pantauan di lokasi, dua bangkai kapal berhasil diangkat dari lokasi. Proses pengangkatan dilakukan sejak pukul 09.00 dengan menyisir area dari arah utara ke selatan sungai.
Camat Panggungrejo Iman Hidayat mengatakan, total terdapat sembilan bangkai kapal yang berada di sepanjang sungai tersebut. Kondisinya sudah rusak parah karena terlalu lama terbengkalai. “Sudah sangat lama. Itu bangkai kapal sudah sebagian hancur,” ujarnya.
Menurut dia, pengangkatan dilakukan sekaligus untuk normalisasi sungai guna mengurangi pendangkalan. Titik awal pengerjaan berada di sisi utara dekat Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Dalam prosesnya, Pemkot melibatkan sejumlah pihak. Di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) untuk armada pengangkut, serta SDA Provinsi Jawa Timur untuk penyediaan alat berat. “Dengan DLHKP untuk armada angkut dan SDA untuk alat berat,” katanya.
Iman menjelaskan, pengerjaan pada hari pertama mencapai sekitar 30 meter.
Namun, proses pengangkatan masih terkendala sejumlah perahu yang bersandar di sekitar lokasi.
Karena itu, pihaknya akan meminta pemilik perahu memindahkan sementara armadanya agar proses evakuasi bangkai kapal lebih mudah dilakukan.
“Tadi masih ada perahu yang bersandar. Besok kami minta dialihkan supaya mempermudah,” jelasnya.
Sementara ini, bangkai kapal yang berhasil diangkat dibuang di area sekitar TPI.
Dari dua bangkai kapal yang dievakuasi, sedikitnya membutuhkan lima kali angkutan truk karena kondisinya sudah hancur dan berserakan.
Saat ini masih tersisa tujuh bangkai kapal yang belum diangkat. Proses pengangkutan ditargetkan berlangsung hingga Kamis mendatang.
“Masih sisa tujuh bangkai kapal. Pengangkatan dilanjutkan sampai hari Kamis,” tandasnya.
Kasi Pemeliharaan dan Rehabilitasi UPT PSDA Welang Pekalen Windari Wahyu Ningsih menguraikan, pengangkatan dilakukan karena terdapat sejumlah perahu yang karam di aliran sungai tersebut.
“Ini sekaligus normalisasi untuk pencegahan pendangkalan. Sementara masih dua yang diangkut, yang lainnya menyusul,” katanya. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin