GRATI, Radar Bromo – Kerusakan jalan kembali dikeluhkan warga di simpang tiga Ranu Grati, tepatnya di Dusun Bandilan 1, Desa Ranu Klindungan, Grati, Kabupaten Pasuruan. Jalan yang sebelumnya mulus itu kini kembali berlubang.
Warga menduga kerusakan dipicu aliran air dari kawasan lahan bruk atau lahan yang diuruk di sekitar lokasi.
Air dari area tersebut mengalir bebas menuju badan jalan hingga menggerus aspal. Kondisi makin parah saat hujan turun karena jalan menjadi licin dan membahayakan pengguna jalan.
RF, 50, warga RT 1/RW 1 Dusun Bandilan 1 mengaku, kerusakan itu sudah lama dikeluhkan masyarakat. Bahkan, sudah puluhan pengendara motor jatuh saat melintasi lubang di lokasi itu.
“Sudah sering sekali pengendara jatuh. Apalagi kalau hujan, jalannya licin dan lubangnya tertutup air. Korban terakhir warga Desa Sumberdawesari,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bromo.
Sebelum ada pengurukan lahan pada 2025, menurut RF, kawasan tersebut masih berupa rawa-rawa. Air mengalir langsung ke sungai di sebelah utara lahan. Namun setelah kondisi lahan berubah, air mengarah ke jalan raya.
“Dulu waktu masih rawa, air mengalir ke sungai. Sekarang airnya malah ke jalan dan merusak aspal,” katanya.
Menurut RF, jumlah lubang di lokasi jalan itu sebenarnya tidak banyak. Hanya sekitar empat titik. Namun kondisinya cukup membahayakan karena berada di jalur yang sering dilalui kendaraan.
“Lubangnya memang tidak banyak, tapi licin dan dalam. Banyak pengendara motor yang jatuh tepat di depan rumah saya. Saya sering membantu korban,” tambahnya.
Warga berharap ada penanganan segera dari pihak terkait. Tidak hanya tambal sulam jalan, tetapi juga pembuatan saluran irigasi atau drainase agar aliran air tidak lagi menggerus badan jalan.
“Kalau dibuatkan saluran air ke sungai mungkin jalan tidak cepat rusak lagi,” tandasnya.
Sebagai informasi, ruang jalan Ranu Grati itu usai diperbaiki pada 2022 dan 2023. Ruas jalan yang tembus ke Sumurwaru, Kecamatan Nguling, itu diperbaiki pada segmen Semambung–Sumurwaru. Artinya, ruas jalan itu baru berumur 3-4 tahun.
Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBM-BK) Kabupaten Pasuruan menegaskan, usia ideal konstruksi jalan aspal rata-rata berkisar 10 tahun. Tergantung tingkat beban kendaraan serta kondisi lingkungan sekitar.
“Usia jalan aspal itu rata-rata sekitar 10 tahun, tergantung kondisi dan beban lalu lintasnya,” terang Erna Sukesi, Sub Koordinator Perencanaan Bidang Pemeliharaan DBM-BK Kabupaten Pasuruan.
Erna pun mengimbau masyarakat agar melaporkan kerusakan yang terjadi di ruas jalan itu ke dinas terkait. Sehingga dapat segera ditindaklanjuti melalui survei lapangan.
“Kalau ada kerusakan, silakan dilaporkan ke kami atau melalui nomor aduan 08213337871 supaya bisa dicatat dan segera disurvei,” jelasnya.
Ia menegaskan, laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pemeliharaan infrastruktur jalan. Sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat dan sesuai prioritas di lapangan. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi