BANGIL, Radar Bromo–Peresmian serentak 1.061 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) oleh Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu, menyisakan cerita minor di daerah.
Dari ribuan koperasi yang diresmikan secara nasional itu, tidak satu pun KDMP dari Kabupaten Pasuruan masuk daftar peresmian karena dinilai belum siap beroperasi.
Masalahnya bukan pada bangunan. Puluhan gedung koperasi di Kabupaten Pasuruan sebenarnya sudah berdiri. Namun, isinya masih melompong.
Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasuruan, Roselina, mengakui kondisi tersebut.
Menurutnya, sebanyak 73 KDMP sudah rampung secara fisik hingga 100 persen. Namun, perlengkapan di dalam gedung belum tersedia secara lengkap.
“Secara fisik bangunan, yang sudah rampung 100 persen ada 73 KDMP. Tapi memang belum lengkap isinya,” ujar Roselina.
Koperasi yang diresmikan pemerintah pusat merupakan koperasi yang sudah siap total, baik dari sisi bangunan maupun fasilitas penunjang.
Mulai kendaraan operasional seperti motor dan kendaraan roda tiga, pendingin ruangan (AC), hingga rak pajangan sudah tersedia.
Sementara di Kabupaten Pasuruan, kondisi itu belum terpenuhi. Akibatnya, daerah ini hanya menjadi penonton saat daerah lain memamerkan kesiapan koperasinya di hadapan presiden.
Pendamping Koperasi Kabupaten Pasuruan, Sukril Hayat, mengatakan ada 13 desa dari Kabupaten Pasuruan yang ikut menghadiri seremoni peresmian di Nganjuk. Namun, koperasi mereka belum bisa difungsikan karena belum memiliki sarana pendukung.
“Ada 13 desa dari Pasuruan yang ikut seremonial peresmian ke Nganjuk. Sebenarnya, gedungnya banyak yang sudah selesai tapi belum bisa beroperasi karena barangnya memang tidak ada,” ungkap Sukril.
Demi menyokong program ini, Dana Desa (DD) dipangkas hingga sekitar 65 persen.
Pemangkasan anggaran bernilai jumbo tersebut dijadwalkan berlangsung dengan tenor yang cukup panjang, yakni selama 6 tahun ke depan. (tom/hn)
Editor : Muhammad Fahmi