Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Masuk Kemarau tapi Hujan Lebat Makin Sering, BPBD Kabupaten Pasuruan Keluarkan Peringatan Dini Potensi Cuaca Ekstrem

Muhammad Fahmi • Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:18 WIB

 

MENYAMBAR: Sambaran petir yang terjadi di wilayah Pasuruan. Sepanjang Mei, terjadi 530 ribu sambaran petir di wilayah Jawa Timur.
MENYAMBAR: Sambaran petir yang terjadi di wilayah Pasuruan. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

 BANGIL, Radar Bromo— Intensitas hujan lebat yang kerap mengguyur wilayah Kabupaten Pasuruan belakang ini, mulai memunculkan kewaspadaan.

Selain turun lebih lama, hujan juga beberapa kali disertai angin kencang dan petir yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah kawasan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan bahkan mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di sejumlah kecamatan.

Wilayah dataran tinggi hingga kawasan padat aktivitas masyarakat masuk dalam pemantauan.

Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan, perubahan cuaca dalam beberapa hari terakhir perlu diwaspadai masyarakat. Terutama di daerah rawan longsor, pohon tumbang, maupun genangan.

Menurut Sugeng, kondisi tersebut membuat potensi bencana menjadi lebih dinamis. Terutama karena hujan deras terjadi setelah suhu udara cukup panas dalam beberapa hari sebelumnya.

Saat ini saja, cuaca ekstrem itu memicu sejumlah bencana di beberapa titik. Mulai pohon tumbang, rumah rusak akibat angin, hingga genangan di beberapa titik jalan.

 “Belakangan pola hujannya cukup ekstrem. Intensitasnya sedang hingga lebat dan kadang disertai angin kencang. Masyarakat harus mulai meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Wilayah yang mendapat perhatian lebih di antaranya Puspo, Sukorejo, Pandaan, Gempol, hingga Tosari.

Sementara potensi dampak meluas juga diperkirakan bisa terjadi di wilayah Purwodadi, Tutur, Lumbang, Pasrepan, Purwosari, Prigen, Bangil, hingga Rembang.

BPBD juga meminta masyarakat tidak menyepelekan kondisi lingkungan sekitar rumah. Saluran air, pohon besar, hingga kondisi bangunan yang sudah rapuh diminta mulai dicek secara berkala.

“Kami mengimbau warga tetap hati-hati saat beraktivitas. Kalau hujan deras disertai angin, sebaiknya menghindari berteduh di bawah pohon atau dekat bangunan yang rawan roboh,” katanya. (tom/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#hujan lebat #bpbd kabupaten pasuruan #cuaca ekstrem #kemarau