Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kota Pasuruan Masih Kejar Target Ribuan Ton Perikanan Budi Daya

Fahrizal Firmani • Jumat, 22 Mei 2026 | 08:56 WIB
BISA DIANDALKAN: Tambak di Kelurahan Kepel yang digunakan untuk buidaya udang vaname. Perikanan budi daya selama triwulan pertama di tahun ini mencatat angka positif. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
BISA DIANDALKAN: Tambak di Kelurahan Kepel yang digunakan untuk buidaya udang vaname. Perikanan budi daya selama triwulan pertama di tahun ini mencatat angka positif. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

 

PASURUAN, Radar Bromo-Perikanan budi daya di Kota Pasuruan selama triwulan pertama, cukup baik. Selama tiga bulan awal, petani budidaya mampu memanen hasil perikanan sebesar 287 ton. Kurang 2.428 ton dari target.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan, Muallif Arif menyebut tahun ini pihaknya menargetkan capaian perikanan budi daya naik dua persen dari tahun lalu. Mencapai 2.715 ton atau naik 53 ton dari capaian sepanjang 2025  sebesar 2.662 ton.

"Dan selama periode Januari sampai Maret, petani budi daya berhasil memanen sebanyak 287 ton lebih. Cukup baik di awal tahun," katanya.

Ayik-sapaan akrabnya menyebut tinggi rendahnya perikanan budi daya dipengaruhi oleh produksi dari petani.

Tahun lalu, penyumbang tertinggi berasal dari ikan bandeng. Disusul oleh gracilaria verrucosa atau rumput laut merah yang menghasilkan agar agar.

Tahun ini, pihaknya optimistis bisa tercapai. Sebab selama ini panen warga kota selalu positif. Berdasarkan pengalaman dua tahun terakhir, volume perikanan budidaya terus mengalami kenaikan. Tahun lalu dsri target 2629 ton bisa terealisasi 2662 ton.

"Petani tambak panen tidak bersamaan. Kadang ada yang sudah panen, adapula yang masih berproduksi," jelas Ayik. (riz/fun)

Editor : Abdul Wahid
#budidaya #perikanan