PASURUAN, Radar Bromo — Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Petamanan (DLHKP) Kota Pasuruan mengeluarkan imbauan kepada seluruh panitia kurban dan masyarakat, untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam pembagian daging hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha.
Langkah preventif ini diambil, sebagai upaya nyata menekan lonjakan volume sampah plastik yang biasanya meningkat drastis, selama momen perayaan tersebut.
Sebagai langkah konkret, Kepala DLHKP Kota Pasuruan, Samsul Rizal, mengungkapkan pihaknya kini tengah menggodok regulasi resmi mengenai pembatasan kantong plastik selama Idul Adha.
Melalui aturan ini, masyarakat sangat dinilai perlu untuk mulai beralih menggunakan wadah atau pembungkus berbasis bahan organik alternatif yang lebih ramah lingkungan. Seperti pemanfaatan daun pisang yang mudah terurai.
"Kantong plastik komersial, membutuhkan waktu ratusan tahun untuk bisa terurai secara alami di alam. Oleh sebab itu, kami sangat menyarankan masyarakat beralih ke bahan organik yang jauh lebih aman bagi lingkungan sekitar," ujarnya.
Baca Juga: Produksi Sampah di Kota Pasuruan Cenderung Meningkat saat Ramadan
Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari program serupa di tahun lalu, yang terbukti efektif menekan penumpukan limbah plastik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Berdasarkan data statistik DLHKP, momen tahunan seperti Idul Adha memang kerap memberikan kontribusi terhadap kenaikan grafik volume sampah harian yang masuk ke TPA, meskipun angkanya diprediksi tidak terlalu melonjak tajam.
Saat ini, rata-rata produksi sampah harian di wilayah Kota Pasuruan berada di angka kisaran 103 ton per hari.
"Estimasi kenaikan sampah saat Idul Adha diproyeksikan tidak akan sesignifikan momen Ramadan lalu, di mana pasokan sampah ke TPA sempat melonjak naik hingga satu ton per hari. Meski demikian, pencegahan sejak dini dari lingkungan rumah tangga dan panitia kurban tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan kota," tukas Rizal. (riz/one)
Baca Juga: Menjaga Gunungan Sampah dari Kenep ke Wonokerto Pasuruan, Produksi Terus Naik, Pemilahan Belum Masif
Editor : Moch Vikry Romadhoni