Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tanggulangi Luberan Sungai Petung Pasuruan, BBWS Brantas Siapkan Langkah Taktis

Fahrizal Firmani • Kamis, 21 Mei 2026 | 13:49 WIB
SIDAK: BBWS Brantas bersama pihak Polsek turun sidak pintu air Bintingan, yang rentan meluap ketika banjir. (Fahrizal Firmani/Radar Bromo)
SIDAK: BBWS Brantas bersama pihak Polsek turun sidak pintu air Bintingan, yang rentan meluap ketika banjir. (Fahrizal Firmani/Radar Bromo)

PASURUAN, Radar Bromo - Untuk mengantisipasi ancaman luapan banjir yang kerap menghantui warga Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas langsung mengambil langkah konkret.

Melalui inspeksi mendadak (sidak) bersama Polsek Bugul Kidul di Pintu Air Bintingan (sisi utara Jembatan Book Wedi) pada Minggu (17/5), otoritas terkait kini mematangkan sejumlah tahapan penanganan terukur untuk menormalkan kembali aliran Sungai Petung.

Sidak ini menjadi awal dari komitmen pemerintah dalam merespons cepat keluhan masyarakat terkait tingginya debit air saat hujan deras, yang dipicu oleh penyumbatan sampah pada 12 balok kayu di struktur pintu air.

Untuk memastikan kawasan tersebut aman dari risiko banjir dan bahaya tanggul jebol, BBWS Brantas telah menyusun langkah-langkah penanganan taktis. Salah satunya, dengan rencanan pengangkatan dan pembersihan sampah.

"Banyak sampah yang menyangkut di pintu air. Sehingga menghambat aliran sungai dan menyebabkan banjir," kata Pelaksana Teknis (Peltek) OP 2 BBWS Brantas, Tafsir.

Tafsir menyebut pihaknya akan segera melakukan tindak lanjut.

Karena sungai petung ini merupakan kewenangan pemprov sementara pintu air milik pemkot Pasuruan. Pihaknya akan berkoordinasi untuk melakukan langkah terbaik.

"Ada kayu balok di bawah pintu air. Sampah tertimbun dan perlu diangkat agar tidak sampai menghambat aliran air," jelas Tafsir.

Kapolsek Bugulkidul, Kompol Hudi Supri menyebut pihaknya menyampaikan aspirasi masyarakat terkait solusi banjir di Kelurahan Blandongan secara detail. Karena pembangunan jembatan Bokwedi sudah dilakukan, tapi belum tentu bisa menjadi solusi tidak ada banjir.

Hal ini dikarenakan di utara jembatan ada pintu air yang tidak berfungsi normal.

“Bila banjir, kondisi air tanggul sungai sangat mengkhawtirkan, rawan jebol. Keinginan masyarakat, adanya solusi agar aliran sungai di Utara jembatan bok Wedi lancer,” paparnya. (riz/one)

Editor : Jawanto Arifin
#book wedi #sungai petung #bbws brantas #pintu air