Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Inalillahi, Perempuan Asal Ngemplakrejo di Pasuruan Tewas Tersambar Petir saat Cari Kerang di Pesisir

Fuad Alyzen • Rabu, 20 Mei 2026 | 18:24 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

 

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Cuaca buruk disertai hujan deras dan petir PADA Selasa (19/5) malam ternyata memakan korban jiwa.

Di wilayah pesisir Kota Pasuruan, seorang perempuan pencari kerang dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tersambar petir saat berada di tepi perairan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo.

Korban diketahui bernama Sulicha, 64, warga Jalan Jenderal S Parman Gang II RT 2/RW 5, Kelurahan Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 22.00. Saat itu korban bersama sejumlah warga lainnya sedang mencari kerang di kawasan pesisir perairan Ngemplakrejo.

Informasi yang dihimpun, sejak sore sekitar pukul 15.00 korban bersama saksi Kadir dan tujuh orang lainnya berangkat menuju lokasi pencarian kerang. 

Namun saat hendak kembali ke perahu pada malam hari, cuaca mendadak berubah ekstrem.

Saat itu hujan deras turun disertai sambaran petir di area perairan memang terjadi. Korban yang saat itu berada di sekitar lokasi diduga tersambar petir hingga terjatuh ke lumpur dan genangan air.

“Saksi sempat mencari korban karena kondisi saat itu gelap dan hujan deras. Korban ditemukan dalam posisi terjatuh tertutup lumpur dan air,” ujar Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota Edy Suseno.

Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan dibawa pulang ke rumah duka oleh warga bersama keluarga.

SEBELUM DIMAKAMKAN: Suasana rumah duka korban yang dipenuhi pentakziah. (Foto : Polres Pasuruan Kota for Jawa Pos Radar Bromo)
SEBELUM DIMAKAMKAN: Suasana rumah duka korban yang dipenuhi pentakziah. (Foto : Polres Pasuruan Kota for Jawa Pos Radar Bromo)

 

Pihak keluarga kemudian menolak dilakukan visum maupun autopsi dan memilih segera memakamkan korban. Penolakan tersebut juga disertai surat pernyataan resmi dari keluarga.

Edy Suseno menambahkan, wilayah perairan Pasuruan Raya memang cukup rawan terjadi badai petir saat musim hujan.

Karena itu masyarakat khususnya nelayan dan pencari kerang diminta meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di laut maupun kawasan pesisir.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan, terutama ketika cuaca mulai mendung, hujan deras, atau muncul petir. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tandasnya. (zen/fun)

Editor : Fandi Armanto
#ngemplakrejo #tersambar petir #tewas kena petir #cuaca ekstrem