GRATI, Radar Bromo - Penemuan tulang-belulang yang diduga kerangka manusia menggegerkan area penambangan galian C milik PT Dewe Residence di Lingkungan Krikilan, Kelurahan Grati Tunon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Senin (18/5).
Temuan tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 10.30, saat operator ekskavator melakukan penggalian tanah di lokasi tambang.
Dari hasil pendalaman sementara, lokasi tersebut diduga merupakan area pemakaman lama yang sudah tidak terawat sejak puluhan tahun lalu.
Kapolsek Grati Prasetyo B. mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi usai menerima laporan dari masyarakat dan pihak perusahaan.
“Anggota bersama perangkat desa dan pihak terkait, melakukan pengecekan di lokasi setelah ditemukan tulang-belulang yang sudah bercampur dengan tanah. Dari keterangan warga setempat, memang dulu ada beberapa makam tua di area tersebut,” ujarnya.
Penemuan itu bermula, ketika Aris Panca, 35, operator ekskavator asal Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, sedang menggali tanah di area penambangan.
Saat proses pengerukan berlangsung, alat berat mengenai bangunan yang diduga makam lama.
Di dalamnya ditemukan serpihan tulang yang telah menyatu dengan tanah dan pasir.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pengurus PT Dewe Residence dan diteruskan kepada perangkat desa setempat.
Berdasarkan keterangan Misbahudin, 54, Kepala Dusun Krikilan, sekitar tahun 1970 hingga 1980-an memang terdapat lima makam tua di lokasi tersebut.
Namun, seiring waktu kondisi makam sudah tidak layak dan nyaris tidak dikenali.
“Diduga ada lima makam lama di lokasi itu. Tulangnya sudah hancur dan bercampur tanah,” tambah Prasetyo.
Setelah dilakukan koordinasi, polisi bersama staf Kelurahan Grati Tunon, Kecamatan Grati, dan pihak keluarga melakukan pemindahan makam secara layak ke TPU Dusun Krikilan, Desa Kalipang, Kecamatan Grati sekitar pukul 14.40.
Adapun identitas makam yang diduga berada di lokasi tersebut antara lain Hasan, Seneri, dan Juhar warga Desa Plososari, kemudian Bu Muk warga Lingkungan Parasan, Kelurahan Grati Tunon, serta Bu Sakinah warga Desa Kalipang. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin