PASURUAN, Radar Bromo - Isu dugaan penculikan anak sempat membuat geger warga wilayah Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Sabtu (16/5).
Seorang pria lanjut usia berinisial A, 72, warga Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, sempat dicurigai sebagai pelaku penculikan.
Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh kepolisian, peristiwa tersebut dipastikan hanya kesalahpahaman.
Kejadian bermula sekitar pukul 12.15. Saat itu, A tersebut pulang dari rumah saudaranya di Perum Pesona Candi, Kota Pasuruan.
Ketika melintas di kawasan Perum Sekar Asri, ia mendapati tiga anak perempuan berada di tengah jalan.
Karena khawatir membahayakan keselamatan anak-anak tersebut, A menegur agar ketiganya menepi. Namun teguran itu justru membuat ketiga anak ketakutan.
Mereka langsung berlari sambil berteriak meminta tolong kepada warga sekitar.
Teriakan tersebut sontak mengundang perhatian warga. Beberapa warga sempat berupaya mengejar pria tersebut. Namun saat didatangi, yang bersangkutan sudah tidak berada di lokasi.
Sekitar pukul 16.30, piket Polsek Bugul Kidul bersama piket Reskrim Polres Pasuruan Kota, mendatangi rumah A setelah berhasil mengidentifikasi kendaraan yang digunakan melalui rekaman CCTV warga.
Dari hasil klarifikasi, A mengaku hanya mengingatkan anak-anak agar tidak bermain di tengah jalan dan tidak memiliki maksud melakukan penculikan.
Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan, ketiga anak tersebut memang sebelumnya sudah diwanti-wanti orang tuanya, agar waspada terhadap isu penculikan anak yang ramai di media sosial.
“Anak-anak ini sebelumnya sering diingatkan orang tuanya, untuk waspada terhadap penculikan. Karena ada informasi kejadian di luar daerah yang beredar di media sosial. Jadi saat bertemu orang yang dianggap asing, mereka langsung ketakutan dan menuduh penculik,” ujarnya.
Junaidi menegaskan, pria yang sempat dicurigai bukan pelaku penculikan. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, namun tidak mudah terpancing isu yang belum jelas kebenarannya.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi kejahatan, tetapi jangan sampai berlebihan dan mudah panik. Kami juga akan terus meningkatkan patroli serta mengimbau warga memasang CCTV untuk mempermudah pelacakan apabila terjadi tindak kriminal,” tandasnya. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin